Warga Manokwari dari Jayapura Jalani Isolasi Mandiri

MANOKWARI, papuabaratnews.co Sebanyak 431 penduduk Manokwari yang dipulangkan dari Jayapura, Provinsi Papua dengan menumpang KM. Gunung Dempo dan turun di pelabuhan Manokwari, Minggu (21/06/2020), diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kami sudah siapkan penjemputan dari sisi teknis medis dengan kerjasama yang kami bangun dengan pihak KKP,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas (Gustu) percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Manokwari, drg. Henri Sembiring, Minggu malam.

Menurut dia kerjasama yang dibangun dengan pihak KKP tersebut adalah menyiapkan 6 buah meja yang mewakili 6 puskesmas yaitu Puskesmas Maripi, Puskesmas Sowi, Puskesmas Wosi, Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Amban dan Puskesmas Pasir Putih.

Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh masing-masing Puskesmas berdasarkan alamat tempat tinggal penumpang yang bersangkutan.

“Meja-meja ini adalah perwakilan dari 6 puskesmas itu. Jadi setelah diperiksakan suhu tubuh oleh rekan-rekan KKP, penumpang diarahkan oleh relawan Gustu untuk melaporkan diri di meja-meja yang sudah kita bagi berdasarkan wilayah kerja puskesmas masing-masing sesuai alamat tempat tinggal,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa setiap penumpang yang sudah didata oleh masing-masing puskesmas tersebut akan dipantau dan diawasi secara langsung terkait perkembangan kondisi kesehatannya.

“Apabila hasil rapid tes yang mereka jalani di Jayapura ternyata sudah lewat masa berlakunya, maka nanti akan ditindaklanjuti oleh puskesmas berdasarkan wilayah kerjanya,” kata Sembiring.

Disinggung terkait jumlah keseluruhan penumpang turun yang mencapai 639 orang berdasarkan data dari PT Pelni, dia menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengetahui jumlah penumpang yang menjadi tanggungan Pemkab dan Gustu Kabupaten Manokwari yaitu sebanyak 431 orang.

“Jadi yang kita tahu hanya 431 orang yang menjadi tanggungan kita. Saya tahu pasti karena sesuai dengan jumlah tiket yang kita bayar sebesar Rp 116.000.000,” terangnya.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa berdasarkan komunikasi yang dibangun pihaknya dengan PT Pelni Jayapura, maka dipastikan jumlah penumpang yang memiliki KTP Manokwari sesuai dengan jumlah tiket yang dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari yaitu 431 orang.

“Seharusnya kapal ini berangkat langsung dari Jayapura menuju Manokwari karena kita pakai sistem setengah carter. Sementara dalam koordinasi terakhir, Pak Gubernur kita menyatakan membuka akses perjalanan di Papua Barat sehingga masyarakat dari Kanupaten lain juga ikut menumpang. Jadi untuk pengawasan bagi penumpang yang tidak ber-KTP Manokwari saya tidak tahu. Itu mungkin urusan Provinsi. Coba tanyakan saja ke sana,” pungkasnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: