Perlu Kerjasama Tangani Pandemi di Papua Barat

MANOKWARI, papuabaratnews.co Penyebaran virus korona yang terjadi di Provinsi Papua Barat telah memakan waktu satu tahun, sejak ditemukan kasus terkonfirmasi positif pertama di Sorong pada 26 Maret 2020 lalu.

Jumlah orang yang terkonfirmasi positif sesuai data Satgas Covid per Kamis (26/3/2021) mencapai 8.171 orang. Kondisi menggambarkan penularan virus di Papua Barat cukup tinggi, meskipun angka kesembuhan relatif lebih besar.

Dengan demikian, DPR Provinsi Papua Barat menilai perlu adanya kerjasama dan sinergitas antara pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah setempat, agar penanganan pandemi virus korona bisa berjalan sesuai ekspektasi masyarakat.

“Dari catatan yang ada ini, maka diperlukan adanya kesamaan kerja dalam hal penanganan antara Provinsi dan Kabupaten/kota,” ujar anggota DPR Papua Barat Mugiyono kepada Papua Barat News di Manokwari, Sabtu 27 Maret 2021.

Ia menjelaskan, kesamaan kerja yang dimaksud antara lain dalam upaya pencegahan penyebaran, melakukan tracing atau penelusuran terhadap kontak erat pasien yang sudah terkonfirmasi positif, melakukan tes swab terhadap sasaran tracing serta perawatan terhadap pasien.

“Jadi jika semua punya kesamaan kerja, pasti penyebaran akan semakin berkurang. Karena selama ini ada daerah yang grafiknya menunjukkan penurunan tetapi ada yang meningkat,” kata dia.

Dia lalu mencontohkan kasus penyebaran di daerah Bintuni yang pada awal-awal munculnya Covid-19 sangat tinggi dan mengkhawatirkan. Akan tetapi, dalam rentang waktu yang relatif singkat, mengalami penurunan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan karena ada upaya serius dari pemerintah untuk menyelamatkan masyarakatnya dari ancaman virus mematikan tersebut dengan penanganan yang baik.

“Begitu juga dengan Sorong. Nah itu yang harus diperhatikan oleh pemerintah provinsi supaya bisa menekan laju penyebaran di daerah lain,” jelas Mugiyono.

Dia berharap, dengan adanya pencanangan vaksinasi yang sudah berjalan dalam beberapa bulan terakhir, tingkat penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat menjadi semakin berkurang dan bahkan hilang dari. Terutama wilayah Manokwari yang penyebarannya masih cukup tinggi.

“Semoga dengan adanya program vaksinasi ini semua daerah bisa dapat terlayani dengan baik sehingga kasus yang begitu tinggi pada satu tahun sebelumnya tidak terjadi lagi di tahun kedua,” pungkasnya. (PB25)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 29 Maret 2021

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: