Semen Conch Harus Bersertifikasi Mutu Beton

MANOKWARI, PB News – Produk semen Conch PT SDIC Cement Papua Indonesia yang berlokasi di Maruni Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari harus bersertifikasi sebagai syarat kelayakan material. Mutu produk semen sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan konstruksi sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

Anggota DPRD Provinsi Papua Barat Saul Rante Lembang, mengungkapkan, rendahnya penggunaan hasil produksi semen conch karena belum adanya penjelasan dari pihak manajemen terkait jaminan uji kelayakan mutu beton. Sehingga, para kontraktor dan masyarakat belum banyak menggunakan semen tersebut dalam proses pembangunan.

“Kalau yang dari luar mungkin sudah ada sertifikasinya. Jadi semen conch juga harus ada sertifikasinya yang bisa memberikan mutu beton, sehingga masyarakat maupun pemerintah tidak ragu untuk memakai,” ujarnya kepada Papua Barat News, Rabu (23/5/2018).

Belum lama ini tim gabungan komisi DPRD Provinsi Papua Barat melakukan peninjauan langsung aktivitas produksi di PT SDIC Cement Papua, dan pihak perusahaan menjelaskan bahwa belum dilaksanakan uji laboratorium. Hal tersebut menjadi faktor jumlah penggunaan semen itu belum maksimal.

“Pemerintah dan masyarakat masih jarang memakai Semen Conch dan ini membuat masyarakat bertanya-tanya kualitas semen,” tandas dia yang membidangi pembangunan.

Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Papua Barat Jhon Dimara mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintah daerah setempat, agar dalam melakukan proses pembangunan dapat menggunakan produk Semen Conch produksi. Karena, dari hasil pemantuan di lapangan penggunaan semen lokal masih sangat minim jika dibandingkan dengan semen yang diproduksi di luar Papua Barat.

“Kalau masyarakat sudah gunakan Semen Conch, maka pemerintah juga harus gunakan semen itu dan tidak gunakan produk semen dari luar lagi,” ucap Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Penggunaan produk semen lokal, lanjut dia, merupakan upaya mendorong pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pungutan pajak dari PT SDIC Cement Papua Indonesia itu. Untu itu, diperlukan kesadaran dari masyarakat maupun pemerintah daerah dalam penggunaan semen produk lokal dalam proyek konstruksi di daerah setempat.

“Sejak perusahaan (PT SDIC,red) berdiri di Manokwari, sudah beri PAD melalui Pemda Manokwari sebesar 10 juta USD,” tutur Ketua Komisi B DPRD Papua Barat ini.

Namun, pihaknya belum mengetahui secara terperinci pembagian pajak yang diperoleh provinsi dari 10 juta USD tersebut. (PB9)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: