Fakultas Kedokteran Unipa di Sorong Terus Berbenah

MANOKWARI, papuabaratnews – Pihak Universitas Papua (Unipa) mengungkapkan pembenahan terhadap Fakultas Kedokteran di Sorong terus dilakukan.

Plt Dekan Fakultas Kedokteran Unipa Sepus Marten Fatem mengatakan, peningkatan akreditasi fakultas dari minimal C menjadi B menjadi salah satu bagian dari rencana kerja di tahun 2021 ini.

Sebab, akreditasi tahap pertama yang menggunakan sistem online telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pihaknya masih menunggu assesment kunjungan tahap kedua.

“Karena di Kedokteran itu assesment dilakukan dua kali, ada online ada offline. Ini kita lagi tunggu,” ujar Marten saat dikonfirmasi Papua Barat News di ruang kerjanya, Rabu (24/3/2021).

Selain akreditasi, sambung dia, dorongan penyelesaian satu site plan terus diupayakan. Karena hal itu menjadi dokumen perencanaan jangka panjang bagi pembangunan Fakultas Kedokteran seperti bangunan sport center mahasiswa, gedung dekanat, gedung perkulihaan, laboratorium, perumahan dosen dan sarana prasarana pendukung lainnya.

Dikatakan, Unipa berusaha agar pembangunan gedung dekanat direalisasikan tahun 2021 agar dapat dipergunakan.

“Itu sudah didesain dan dipersentasekan. Tinggal detail engineringnnya setelah itu pembangunan fisik untuk dekanat kedokteran,” jelas dia.

“Struktur Senat Fakultas Kedokteran Unipa juga telah terbentuk,” kata Marten menambahkan.

Ia menjelaskan, Unipa berencana membahas pengembangan sumber daya manusia (SDM) bersama Dirjen Dikti pada Sabtu pekan ini (27/3/2021). Meliputi tenaga kependidikan dan penambahan dosen, karena jumlah dosen tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Unipa yang mencapai 400-an orang dari angkatan tahun 2016 sampai 2020.

“Dosen kita baru 13 orang. Kalau angkatan 2014 dan 2015 statusnya sudah alumni dan masih mengikuti KOAS profesi di rumah sakit kabupaten serta rumah sakit kota di Sorong ada 61 orang,” jelas dia.

Tahun ini, kata dia, Fakuktas Kedokteran Unipa sudah mengirim satu tenaga kependidikan untuk melanjutkan Strata Satu di Universitas Indonesia dan satu orang dosen melanjutkan S3 di Unversitas Padjajaran Bandung.

“Tahun 2022 kita kirim juga. Karena jumlah kita minim, jadi kirimnya satu-satu,” ucap dia.

“Tahun ini sudah dua orang dosen yang baru menyelesaikan studi di Universitas Gadjha Mada sudah pulang,” kata dia lagi.

Marten menambahkan, Rektor Unipa dan Bupati Sorong telah mencanangkan Kampung Wilti, Distrik Klawak sebagai kampung binaan Fakuktas Kedokteran. Pencanganan itu merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kita sudah tempatkan mahasiswa yang KKN selama satu bulan di kampung itu, sebelum dicanangkan jadi desa binaan,” ucap Marten.

Fakuktas Kedokteran Unipa, kata dia, berkomtimen agar Kampung Wilti terus dibina. Sehingga, kerjasama dengan pemerintah daerah setempat menjadi langkah yang penting dalam merealisasikan program kerja desa binaan.

“Supaya persoalan kesehatan dan lingkungan masyarakat bisa dilihat secara komprehensif,” tutur Marten yang juga menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik.

Sebelumnya, kata dia, Unipa telah menggelar rapat kerja dan lokakarya pada tahun 2020 untuk menyiapkan seluruh dokumen akademik maupun non akademik. (PB15)

**Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 25 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: