40 Peserta Teknisi Tangguh Ikut Pelatihan di Petrotekno

MANOKWARI, PB News –  Sebanyak 40 peserta yang lolos seleksi penerimaan Program Pemagangan Teknisi Tangguh (Tangguh Technician Apprentice Programme) gelombang ketiga, resmi mengikuti pelatihan pada Rabu (21/3/2018), di Ciloto Provinsi Jawa Barat.

Head of Country BP Indonesia, Dharmawan Samsu, menjelaskan, dari jumlah 40 peserta yang lolos terdapat 50 persen perempuan berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni, Fakfak, Sorong dan Kabupaten Manokwari.

“Setelah seminggu mereka medical check up, karena kita harus pastikan mereka fit untuk ikut program ini,” kata dia melalui press release yang diterima Papua Barat News, Rabu (21/3/2018).

Dia pun menerangkan, peserta akan mengikuti program pendidikan selama tiga tahun dengan pelatihan teknis yang komprehensif di Fasilitas Pelatihan Minyak dan Gas (Migas) Petrotekno yang merupakan salah satu satu lembaga pelatihan migas bersertifikasi internasional.

“Enam bulan pertama belajar kemampuan bahasa inggris dan matematika, lalu lanjut belajar teknisnya,” ujarnya.

Untuk tahun ketiga pendidikan, lanjut dia, para peserta diarahkan supaya bisa berkonsentrasi ke beberapa bidang misalnya, elektrikal, mekanikal, maintance, produksi dan lainnya.

Program ini, merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan Liquefied Natural Gas (LNG) Tangguh yang dikelola BP Indonesia memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas tenaga kerja asli Papua Barat. Melalui proses magang, para peserta pun dibina menjadi teknisi andal dengan sertifikat berstandar internasional dan siap bekerja di kilang Tangguh LNG maupun proyek migas lainnya.

“Program pemagangan teknisi Tangguh LNG ini menunjukkan usaha nyata untuk memenuhi komitmen AMDAL dengan 85 persen tenaga kerja asal Papua di Tangguh LNG pada tahun 2029,” ujar Dharmawan.

Dia menuturkan, sebelumnya ada 74 peserta dari gelombang pertama dan kedua yang saat ini sedang mengikuti pendidikan magang di Ciloto.

“Peserta angkatan ketiga ini akan bergabung dengan peserta dari dua gelombang sebelumnya dan menjalani program intensif mulai dari pelajaran di kelas, hingga praktek di fasilitas yang menyerupai kondisi kilang Tangguh LNG,” kata dia.

Dia berharap, selama mengikuti program magang peserta dapat mempelajari seluruh materi yang berkaitan dengan migas.

“Dapat memperoleh ilmu siap pakai dan dapat menyiapkan mereka untuk langsung terjun dalam kegiatan bisnis LNG di Tangguh maupun proyek lainnya,” papar dia.
Perlu diketahui, proses seleksi gelombang ketiga telah diselenggarakan sejak Oktober 2017 secara ketat dan transparan. Ada 1000 peserta dengan kualifikasi pendidikan sekolah menengah atas (SMA) maupun sederajat di Provinsi Papua Barat, dan terdapat 40 peserta yang berhasil lolos tahapan seleksi itu.

Sebagai informasi, BP Indonesia adalah operator LNG Tangguh dan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) yang dalam melaksanakan operasinya berada dalam pengawasan dan pengendalian SKK Migas, sebagai wakil dari pemerintah. (PB9)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: