Gizi Buruk Dipengaruhi Banyak Faktor

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kasus gizi buruk pada anak terjadi hampir di semua daerah, tidak hanya di Manokwari. Banyak faktor yang memicu terjadinya gizi buruk pada anak, salah satunya faktor ekonomi.

Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, Alfred Bandaso menjelaskan, banyak faktor yang memicu terjadinya gizi buruk. Seperti ada penyakit bawaan, seperti meningitis, tumor, masalah di saluran pencernaan dan sebagainya. Dan juga faktor lainnya seperti ekonomi.

Untuk itu, ia berharap adanya dukungan semua pihak guna mengentaskan kasus gizi buruk di Manokwari.

“Gizi buruk disetiap daerah pasti ada, yang terpenting jangan sampai melebihi batas standar nasional. Busung lapar maupun gizi buruk bukan hanya tanggung jawab kesehatan saja. Banyak kasus orang tuanya gemuk dan anaknya busung lapar, karena dipengaruhi banyak faktor,” jelasnya, Kamis (13/8/2020).

Jika dilihat dari faktor kesehatan, gizi buruk dipengaruhi kurangnya asupan gizi dan nutrisi yang cukup. Namun selain itu juga dipengaruhi oleh penyakit pembawa lainnya, yakni TBC. Diungkapkan Bandaso, jika memiliki penyakit pembawa maka kemampuan tubuh dalam menyerap gizi dan nutrisi akan  berkurang, sehingga dapat berakibat pada kurangnya gizi (gizi buruk) yang juga bisa mempengaruhi fungsi otak.

“TBC juga menjadi salah satu pemicu busung lapar. Banyak faktor, bukan hanya dari faktor kesehatan saja, melainkan faktor ekonomi, rumah tangga dan faktor lainnya,” terang Bandaso.

Selain faktor kesehatan, faktor kekerasan terhadap anak juga dapat memicu terjadinya gizi buruk dan tumbuh kembang anak.

“Bahkan korban kekerasan juga bisa menyebabkan busung lapar, terlebih ketika sering dipukul dibagian kepalanya sehingga mempengaruhi anak menjadi busung lapar dan gizi buruk. Jadi bukan hanya kesehatan saja,” tutupnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: