Hadirnya Taman Baca ‘MANEM’ Membantu Anak Belajar di Masa Pandemi

MANOKWARI, papuabaratnews.co –  Penggiat Literasi di Manokwari, Rudi Timisela mengatakan, kehadiran taman baca ‘MANEM’ dapat menjembatani anak-anak di masa pandemi yang sementara tidak bisa mengikuti pendidikan formal di sekolah.

Rudi menyatakan pembelajaran bagi anak melalui taman baca perlu dilakukan bagi anak-anak di Manokwari dimasa pendemi ini agar anak-anak tetap memperoleh ilmu meskipun tidak belajar secara formal. Ia mengimbau pembelajaran di taman baca tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami apresiasi langkah belajar alternatif melalui taman baca yang dilakukan oleh penggiat literasi di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya kepada Papua Barat News usai peresmian Taman Baca ‘MANEM’, berada di Kompleks Perumahan Transad TNI AD,  Gang Kemayu, Wosi Dalam,  Distrik Manokwari Barat, Selasa (30/6/2020).

Untuk itu baginya, model pembelajaran berbasis taman baca perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Sehingga proses pembelajaran bagi anak di masa pandemi bisa terjembatani sehingga anak tidak kaget saat proses belajar kemali nornal.

“Model pembelajaran ini harus ditopang  oleh pemda agar pembangunan sumber daya manusia ke depan di Papua Barat dimulai dari masa anak-anak,” terangnya.

Terpisah, Pemilik Taman Baca ‘MANEM’ Wosi Dalam, Kabupaten Manokwari, Melianus Ajoi mengungkapkan hadirnya taman baca ‘MANEM’

merupakan hasil kerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata  (KKN)  Universitas Papua (Unipa) Kelompok 4 Wosi.

Diakuinya kehadiran 9 orang mahasiswa KKN Unipa sangat membantu dalam proses renovasi dan penyiapan ruangan taman baca.

“Hadirnya taman baca ini merupakan mimpi saya yang telah lama dan hari ini  dapat terealisasi,” sebutnya.

Ajoi berharap kehadiran partisipan penggiat literasi di Papua Barat dalam mendukung koleksi buku bagi anak-anak.

Dia mencontohkan saat ini belum seluruh buku anak tersedia khususnya untuk anak yang belum mampu membaca dan menulis. Karena itu dia berharap ada perhatian dari kelompok penggiat literasi dalam mendukung penyediaan buku yang dibutuhkan bagi anak-anak usia 5 tahun  ke atas.

“Kita masih butuh banyak buku untuk memperkenalkan cara menulis dan membaca bagi anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu, Pendamping Anak Stevanus Taa menuturkan pola pendampingan belajar anak melalui taman baca sangat efektif dalam menjaga psikomotorik anak tetap terjaga selama pandemi Covid-19.

Menurutnya anak membutuhkan sarana untuk menumbuhkembangkan semangat belajar dengan cara yang kreatif.

“Model belajar melalui taman baca ini sangat efektif menjaga sisi kognitif anak sampai proses belajar di sekolah aktif kembali,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: