Pecandu Narkoba Harus Direhabilitasi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat mengungkapkan, pecandu narkoba perlu direhabilitasi baik itu rehabilitasi sosial maupun medis. Sebab, mereka mengalami gangguan mental dan fisik sebagai dampak dari mengkonsumsi narkoba tersebut.

Sayangnya, Papua Barat saat ini belum memiliki panti rehabilitasi tersebut.

“Rehabilitasi penting dilakukan. Sehingga kita dapat membentuk generasi muda yang sanggup membangun daerah ini secara baik ke depannya,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Papua Barat, dr. Aryanta Damanik, saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Kamis (13/8/2920).

Berdasarkan proyeksi BNNP, kata dia, pengguna narkotika di Papua Barat mencapai 11 ribuan orang. Jumlah ini didominasi oleh generasi muda. Oleh karena itu, perlu adanya rehabilitasi secara sosial dan medis dalam penanganannya.

“Kita tidak mengharapkan pemimpin kita 10 sampai 20 tahun mendatang adalah pemimpin yang fisik dan syarafnya sudah terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam narkotika maupun lem fox-aibon,” kata Aryanta.

Selama ini, kata dia, pasien yang akan direhabilitasi terpaksa harus dirujuk ke luar Papua Barat seperti Makassar. Karena, Papua Barat belum mempunyai rumah atau panti rehabilitasi khusus bagi pecandu narkoba.

“Yang ada di BNNP saat ini hanya ada rumah rehabilitasi sosial,” ungkapnya.

Dia berharap agar pemerintah daerah secepatnya memperhatikan hal tersebut demi menyelematkan generasi muda Papua sebagai generasi penerus bangsa.

“Tidak tertutup kemungkinan jumlah proyeksi yang ada bisa terus bertambah apabila tidak ada perhatian serius dari pemerintah,” pungkasnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: