Pembelajaran Tatap Muka di Pegaf Belum Dilakukan

PEGAF, papuabaratnews.co Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pegunungan Arfak, mengungkapkan,   aktivitas pembelajaran tatap muka pada sejumlah sekolah di wilayah setempat belum dilakukan.

Sekretaris Dispora Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba, mengungkapkan, sampai saat ini proses belajar mengajar tatap muka di sekolah belum dilaksanakan. Hal ini dikarenakan sejumlah guru masih enggan melaksanakan pembelajaran tatap muka sampai menunggu terbitnya instruksi Bupati. Diakuinya dinas telah meminta agar proses KBM berjalan kembali. Namun tidak ditanggapi oleh guru di Pegaf.

“Kita sudah sampaikan agar guru-guru  melaksanakan pembelajaran kembali karena Pegaf masuk zona hijau, tetapi tidak ada tanggapan,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News  di Distrik Minyambouw, Pegaf, Kamis (17/9/2020).

Dominggus menyebutkan, selama 6 bulan terhitung sejak bulan Maret sampai September 2020, seluruh aktivitas pembelajaran di Pegaf dihentikan sementara. Tenaga guru baik ASN maupun honorer enggan melaksanakan pembelajaran tatap muka sampai terbitnya instruksi Bupati tentang pembukaan kembali KBM tatap muka di sekolah.

“Kami sudah himbau,  tetapi teman-teman guru di lapangan meminta semacam surat edaran dari bupati sebagai dasar untuk mengajar,” urainya.

Dia mengungkapkan pelaksanaan KBM tatap muka harus dilakukan dengan mengacu pada protokol kesehatan. Setiap sekolah kata dia,  wajib menyediakan air cuci tangan dan masker bagi seluruh warga sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah potensi terjadinya penularan di sekolah.

“Proses KBM dijalankan namun dengan mengacu pada protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” tegasnya.

Ia mengonfirmasi sebanyak 127 sekolah di wilayah Pegaf terdapat 37 TK,  67 SD,  14 SMP,  7 SMA,  dan 2 SMK. Namun dari 127 sekolah di Pegaf,  hanya 2 sekolah yang terpantau masih melaksanakan pembelajaran tatap muka yakni SMA 1 Anggi.

“Banyak yang masih menutup sekolah sehingga anak-anak jenuh di rumah dan sekolah ditumbuhi rerumputan,” pungkasnya. (PB22)

***Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 21 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: