Brimob Tarik Pasukan Satu SST dari Maybrat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Papua Barat Kombes Semmy Ronny Thabaa mengatakan, pasukannya yang telah ditarik dari Kabupaten Maybarat sebanyak satu SST (Satuan setingkat pleton). Pasukan tersebut, ditugaskan di Kabupaten Maybrat untuk memburu para tersangka kasus penyerangan Pos Koramil Kisor.

“Hari Minggu kemarin kita tarik satu SST,” ucap Kombes Semmy saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Senin (11/10/2021).

Penarikan ini, sambung dia, sesuai petunjuk dari Biro Operasional Polda Papua Barat bahwa jadwal penugasan telah berakhir. Di sisi lain, kondisi wilayah Maybrat sudah kembali kondusif dan beberapa DPO (Daftar pencarian orang) kasus penyerangan Pos Koramil telah tertangkap.

“Pertimbangan situasi yang relatif kondusif,” jelas dia.

Ia menjelaskan, total pasukan Satbrimob Polda Papua Barat yang ditugaskan ke Maybrat pascapenyerangan yang menewaskan empat anggota TNI-AD, berjumlah tiga SST. Sehingga, dengan adanya penarikan ini maka tinggal dua SST masih berada di Maybrat.

“Per hari ini (Kemarin, red) hanya ada dua SST yang masih ditugaskan di Maybrat,” jelas Ronny.

Ia melanjutkan, penebalan pasukan masih sangat dimungkinkan apabila kondisi wilayah tidak kondusif. Bahkan, satu kompi pasukan Satbrimob akan digeser ke Maybrat jika dibutuhkan pengamanan.

“Batalyon di Sorong siap 24 jam untuk digeser ke Maybrat,” tegas dia.

Ronny menerangkan, keberadaan tiga SST pasukan Satbrimob selama satu bulan lebih di Maybrat bersifat penebalan,  untuk mengantisipasi kepemilikan senjata api ilegal oleh para DPO. Apabila DPO tersebut hanyalah masyarakat biasa yang tidak memiliki senjata api, maka proses hukum menjadi kewenangan tim dari Polres Sorong Selatan. “Kalau DPO kita patut duga miliki senjata api, maka Brimob yang akan kejar,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, tersangka kasus penyerangan Pos Koramil Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat yang telah ditangkap oleh tim gabungan TNI/Polri, sebanyak tujuh orang.

Mereka adalah, Maikel Yaam, Maklon Same, Robi Yaam, Amos Ki, Agus Yaam, Yakobus Worait, dan Lukas Ki.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, ada lima tersangka baru yang ditangkap dari hasil pengembangan. Sedangkan tiga lainnya yaitu Amos Ki, Robi Yaam dan Agus Yaam merupakan tersangka yang sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Mereka sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” ujar Adam Erwindi saat menggelar konferensi pers di Mapolda, Kamis siang (30/9/2021).

Ia menjelaskan, tersangka Maikel Yaam dan Maklon Same sebelumnya ditangkap terlebih dahulu. Setelah penyebaran foto belasan DPO yang masif dilakukan di seluruh wilayah Papua Barat, tim gabungan memperoleh informasi dari masyarakat terkait keberadaan Yakobus Worait. Dan, 27 September 2021, Yakobus Worait ditangkap di daerah perbatasan Klamono-Sorong ketika hendak melarikan diri. “Dan dari pemeriksaan BAP, ada beberapa nama baru atau tersangka yang sebelumnya tidak masuk dalam DPO,” jelas Adam.

Kemudian, pada 28 September 2021 tim gabungan TNI/Polri kembali menangkap enam orang di daerah Kokas, Sorong Selatan. Namun, tiga orang dikembalikan karena tidak terlibat dalam aksi penyerangan Pos Koramil Kisor. “Sedangkan tiga orang sisanya ditahan. Duanya itu DPO yaitu Amos Ki dan Robi Yaam. Kalau Lukas Ki itu hasil pengembangan,” jelas Kabid Humas.

Atas keterangan dari tersangka yang telah ditahan, tim gabungan TNI/Polri kembali memburu Agus Yaam. “Tanggal 29 September 2021, Agus Yaam berhasil amankan,” ucap Adam.

Kabid Humas menjelaskan, total tersangka awalnya ada 19 orang. Namun, dalam pengembangan tim gabungan tersangka bertambah menjadi 21 orang. Hingga kini, tim gabungan TNI/Polri masih memburu 14 tersangka DPO.

Penyerangan Pos Koramil Kisor terjadi pada 2 September 2021 sekitar pukul 04.00 WIT dan menewaskan empat prajurit TNI-AD. “Pasal yang disangkakan adalah Pasal 340 KUHP Subsider 338 KUHP, Pasal 340 KUHP. Hukumannya itu pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu,” ucap Adam Erwindi.

Mantan Kapolres Manokwari ini mengimbau agar masyarakat yang melihat keberadaan 14 DPO, segera melaporkan ke layanan Polisi 110 atau menghubungi Ditreskrimum Polda Papua Barat (082112259716), Kasat Reskrim Polres Sorong Selatan (082399760680), Kanit I Reskrim Polres Sorong Selatan (081382929298).

“Kehadiran TNI/Polri di Maybrat itu menjamin keamanan masyarakat. Karena ada beberapa versi atas kehadiran TNI/Polri,” pungkas dia.

14 DPO yang masih diburu adalah Manfred Fatem, Silas Ki selaku Ketua KNPB, Musa Aifat, Setam Same, Agus Kaaf, Melkias Ki, Melkias Same, Moses Aifat, Moses Worait, Yohanes Yaam, Alin Fatem, Irian Ki, Titus Sewa dan Martinus Aisnak.

Sebagai informasi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga turut melakukan investigasi kasusa penyerangan Pos Koramil Kisor tersebut. (PB15)

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 12 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: