Fraksi Otsus Lakukan Jaring Asmara di Kebar dan Sorong

MANOKWARI, PB News – Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Provinsi Papua Barat akan melaksanakan kegiatan jaring aspirasi masyarakat (Jaring Asmara) di dua daerah yakni Distrik Kebar Kabupaten Tambrauw dan Malamui Kabupaten Sorong.

Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Yan Anton Yoteni, menjelaskan, pelaksanaan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat dimulai pada Kamis (hari ini,red). Kunjungan tersebut berdasarkan adanya keluhan masyarakat atas persoalan tanah adat dan izin perusahaan yang terjadi di dua daerah itu.

“Izin perusahaan di Kebar yang sebenarnya izin menaman jagung tapi dipergunakan untuk aktivitas pertambangan. Dan di Sorong itu untuk menyelesaikan masalah tanah adat yang digunakan sebagai galian C,” ujar dia, saat dikonfirmasi oleh Papua Barat News, Rabu (21/3/2018).

Setelah itu, Fraksi Otsus akan melanjutkan peninjauan dampak lingkungan dari penanaman bakau di Maripi yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari.

“Karena kita yang mendapat aspirasi maka kita akan lihat. Kita harap anggota DPRD Manokwari juga ada yang ikut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anggota Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Dominggus Sani, menambahkan, kontrak izin galian C di Kabupaten Sorong sudah berakhir sejak 30 Oktober 2017, namun telah dilakukan perpanjangan izin oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat sebelum masa kontrak usai.

“Ada perpanjangan kontrak selama lima tahun dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Sani menilai, proses perpanjangan kontrak tidak dikomunikasikan dengan masyarakat setempat, sehingga menjadi permasalahan yang disampaikan ke pihak dewan.

“Kurang melakukan pendekatan dengan masyarakat sehingga masyarakat adat mengadukan hal tersebut kepada DPR Papua Barat. (PB9)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: