Berita Utama

1.747 TPS di 20 Provinsi Lakukan Penghitungan Suara Ulang

JAKARTA — Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik menyampaikan per Jumat sore pukul 16.44 WIB ada 1.747 tempat pemungutan suara (TPS) di 20 provinsi yang akan melakukan penghitungan suara ulang.

“Penghitungan ulang di TPS itu terjadi di 1.747 TPS yang tersebar di 148 kabupaten/kota dengan 545 kecamatan dan 1.154 desa/kelurahan,” ujar Idham saat konferensi pers di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Adapun pada Kamis (22/2), sebanyak 661 TPS di tujuh provinsi yang melakukan penghitungan suara ulang.

Menurutnya, ada berbagai faktor penyebab TPS itu menggelar penghitungan suara ulang, termasuk hasil temuan Bawaslu. “Pertama, ada temuan dari Bawaslu, berdasarkan informasi yang disampaikan pengawas TPS, misalnya, saat (perolehan suara) dibacakan KPPS, suara ketua KPPS kurang lantang, kurang jelas,” katanya.

“Mungkin karena faktor jam kerja yang cukup lama, yang akhirnya membuat ketua KPPS menurun volumenya. Itu salah satu sebab,” sambung dia.

Selain itu, ada pula sejumlah indikasi ketidaktepatan dalam penulisan hasil penghitungan suara di formulir model C1 plano atau catatan hasil penghitungan suara Pemilu 2024.

Idham menambahkan ketidaktepatan formulir model C1-plano menjadi sorotan saksi di TPS. “Misalnya, ada pemilih mencoblos lambang partai dan nama caleg, tetapi suaranya dimasukkan ke nama partai, harusnya masuk ke nama caleg,” ucap Idham.

“Ada KPPS yang ketika disebut lambang partai dan nama caleg pada nomor tertentu, tapi ditulis (suara untuk caleg) nomor lainnya,” lanjutnya.

Dia mengatakan penghitungan suara ulang merupakan wujud dan bukti transparansi dari KPU demi memperoleh suara yang dihitung sesuai.

Dua Polisi

Sementara itu, Kepala Biro Operasional Polda Jateng Kombes Pol.Basya Radyananda mengatakan tiap tempat pemungutan suara (TPS) di lokasi pemungutan suara susulan di 10 desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, akan dijaga oleh dua polisi dan seorang tentara.

“Dari kontingensi di lapangan, ada hal-hal yang harus dikelola,” kata Basya di Semarang, Jumat.

Menurut dia, pelaksanaan pemungutan suara susulan sudah bisa dilakukan pada 24 Februari 2024 jika melihat kondisi di lokasi yang sebelumnya terdampak banjir. “Kondisi banjir sudah sangat surut, sudah bisa dilaksanakan pemungutan suara,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, tidak ada TPS yang direlokasi dalam pemungutan suara susulan nanti. “Mungkin hanya bergeser, misalnya lokasi yang seharusnya dalam kondisi becek atau masih ada sisa genangan,” tambahnya.

Sebelumnya, banjir melanda wilayah Demak dan Kudus akibat tanggul Sungai Wulan dan Jratun yang jebol.

Pemungutan suara di 114 TPS di 10 desa di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, terpaksa ditunda dan akan dilakukan pemilu susulan akibat banjir. Terdapat 27.996 orang pemilih yang tidak bisa memberikan suaranya pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu.

Sepuluh desa yang terdampak banjir tersebut antara lain Desa Wonoketingal sebanyak 19 TPS, Cangkring Rembang 9 TPS, Cangkring 15 TPS, Undaan Kidul 9 TPS, Undaan Lor 7 TPS, Ngemplik Wetan 8 TPS, Wonorejo 18 TPS, Desa Karanganyar 19 TPS, Ketanjung 4 TPS, dan Jatirejo 6 TPS. KPU Demak berencana menggelar pemungutan suara susulan Sabtu (24/2). (ant)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.