11 Pendulang Emas Belum Ditemukan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Upaya pencarian terhadap 11 orang pendulang emas yang hilang di sekitar hulu sungai Kali Kasih Distrik Sidey pada Minggu (24/1/2021), terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

Hingga kini, operasi SAR telah memasuki hari kelima sejak pencarian hari pertama pada Jumat (29/1/2021).

“11 korban belum ditemukan, operasi SAR terus dilakukan sesuai SOP,” kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari George Leo Mercy Randang melalui keterangan resmi yang diterima awak media, Selasa (2/1/2021).

George menuturkan, kondisi cuaca yang tidak mendukung menghambat proses pencarian 11 orang itu. Sehingga tim harus menunda perjalanan dengan mendirikan tenda di tengah hutan. “Karena cuaca kabut tebal,” ujar dia.

Ia melanjutkan, jumlah Tim SAR gabungan yang diterlibat dalam operasi pencarian itu terdiri dari 17 personil Basarnas, 1 orang tim medis dari TNI-AL, 10 personil Batalyon Infanteri Warmare, 3 personil dari Koramil, 2 personil Polsek Masni, 3 anggota RAPI, Kepala Distrik Masni dan anggotanya ada 5 orang, keluarga korban ada 4 orang dan masyarakat setempat 5 orang.

“Tim juga dilengkapi dengan peralatan SAR dibantu kendaraan dari pihak keamanan,” tutur dia.

George menjelaskan, info tersesatnya 11 orang itu diterima Basarnas Manokwari pada Jumat (29/1/2021) sekitar pukul 07.05 WIT. Setelah itu pencarian dilakukan namun hasilnya nihil.

Hari kedua (30/1/2021) pencarian kembali digelar mulai pukul 07.00 WIT tetapi hasinya 11 orang itu belum juga ditemukan. Sekitar pukul 17.00 WIT tim memutuskan untuk menghentikan pencarian dan langsung mendirikan kemah.

“Pencarian sempat ditunda karena kondisi cuaca yang kabut dan medan yang dilalui itu lewat arus sungai yang deras ditambah hujan deras,” jelas dia.

Ia melanjutkan, operasi hari ketiga (31/1/2021) tim terpaksa kembali ke Posko Manggupi lantaran kondisi cuaca buruk yang tidak mungkin pencarian diteruskan.

Hari keempat (1/2/2021) tim kembali menggelar operasi SAR mulai pukul 08.00 WIT dengan terlebih dahulu mengevaluasi serta menyusun rencana pencarian sesuai kondisi geografis. Hari keempat ini ada penambahan potensi SAR dari Kodam XVIII/Kasuari, Batalyon Infanteri Warmare, Polres Manokwari dan Polda Papua Barat.

“Pencarian ulang menuju Waramui dengan koordinat 00°57’03.10″S/133° serta pendalaman informasi keberadaan 11 korban,” jelas dia.

“Hasilnya belum juga dapat tanda-tanda keberadaan mereka,” kata dia lagi.

Operasi SAR hari kelima Selasa (2/2/2021) kembali dilakukan pukul 08.30 WIT dengan berjalan kaki menuju koordinat 1°1’59.84″S/133°31’59″E. Namun, pencarian 11 korban belum juga membuahkan hasil sehingga tim memutuskan untuk melanjutkan pencarian hari keenam (hari ini, red). (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 3 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: