Berita Utama

17 Partai Berlaga pada 2024

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan sebanyak 17 partai politik lolos verifikasi faktual. KPU juga mengundi dan menetapkan nomor urut 17 partai yang akan berlaga sebagai peserta Pemilu 2024 tersebut.

Pengundian dipimpin langsung Ketua KPU, Hasyim Asy’ari. Sejumlah petinggi partai terlihat berdatangan ke kantor KPU. Mereka di antaranya berasal dari Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Nusantara, dan Partai Amanat Nasional. Dari NasDem, hadir Wakil Ketua Umum, Ahmad Ali. Sementara itu, dari Partai Buruh, PKN, dan Demokrat tampak hadir ketua umum masing-masing, yakni Said Iqbal, I Gede Pasek, serta Agus Harimurti Yudhoyono.

Partai yang sudah berada di parlemen tidak mengambil nomor undian karena sudah memilih nomor yang sama seperti saat perhelatan Pemilu 2019. Kendati begitu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengambil nomor urut partai, yakni 17. PPP pada Pemilu 2019 mempunyai nomor urut 10.

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani, mengatakan nomor 17 bakal memudahkan partainya menggelar sosialisasi ke masyarakat. Musababnya, posisi PPP dalam surat suara berada di urutan paling akhir. “Kami bersyukur dengan nomor 17,” ujarnya di kantor KPU, Rabu, 14 Desember lalu. “Kami dengan nomor 10 itu enggak beruntung. Kami harus mencoba peruntungan yang baru.”

Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pemilihan Umum, partai yang lolos pada 2019 diberikan opsi untuk menggunakan nomor urut lama atau mengikuti undian. PPP menjadi satu-satunya partai Senayan yang memilih mengikuti undian.

17 Partai Lolos

Hasyim menjelaskan bahwa keputusan menetapkan 17 partai yang lolos setelah KPU dari 34 provinsi memaparkan hasil verifikasi administrasi dan faktual terhadap partai calon peserta pemilu. Keputusan rapat pleno untuk mengumumkan partai peserta pemilu diatur pada Pasal 136 ayat 2 Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2022. “KPU menetapkan 17 partai politik memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2024,” ujar Hasyim.

Sebanyak 17 partai yang lolos tersebut merupakan saringan dari 40 partai calon peserta yang mendaftar ke KPU pada Agustus lalu. Setelah proses seleksi dan verifikasi faktual, sebanyak 17 partai dinyatakan lolos. Ke-17 partai itu terdiri atas sembilan partai parlemen dan delapan partai nonparlemen.

Ke-17 partai tersebut sesuai dengan nomor urut adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, dan PPP.

Dalam kesempatan yang sama, KPU menetapkan enam partai lokal Aceh yang turut meramaikan pemilu DPR serta DPR Kabupaten dan Kota, yakni Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, Partai Generasi Aceh, Partai Darul Aceh, Partai Nanggroe Aceh, dan Partai Soliditas Independen Rakyat Indonesia.

Partai Ummat Siap Menggugat

Hasyim menjelaskan, dari laporan KPU di 34 provinsi tersebut, 17 partai memenuhi syarat minimal kepengurusan di wilayah, kecuali Partai Ummat. Menanggapi tidak lolosnya Partai Ummat, Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, mengutarakan kekecewaannya.

Dalam keterangan pers pada Rabu kemarin, Amien mengatakan akan berupaya mengajukan gugatan keputusan KPU ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). “Kami telah membentuk tim advokasi untuk menempuh mekanisme yang ada dengan mengajukan gugatan,” ujarnya.

Partai Ummat tidak lolos daftar partai yang akan berlaga pada Pemilu 2024. Partai ini dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) di dua wilayah, yakni Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara. Partai Ummat disebut hanya memiliki jumlah keanggotaan di satu kabupaten/kota dari syarat minimal kepengurusan di 11 kabupaten/kota. Jika mengacu pada Undang-Undang Pemilu, partai calon peserta pemilu harus lolos verifikasi di seluruh provinsi.

Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, mengatakan pihaknya sudah mengetahui kabar bahwa partainya tidak akan lolos, bahkan sebelum rapat pleno KPU digelar. Ridho mengatakan informasi tersebut dia dapat pada Selasa malam. “Ketua KPU menyampaikan pesan untuk segera bertemu empat mata di kantor KPU. Waktu itu kami bersukacita. Kalau empat mata berarti good news (kabar baik),” ujar Ridho. Namun angan tersebut pupus manakala Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, menyampaikan bahwa partainya tidak lolos pada tahapan verifikasi faktual.

Menurut Ridho, ada kesilapan data di dua daerah di mana partainya dinyatakan tidak memenuhi syarat data verifikasi faktual. “Saya sampaikan ke KPU bahwa di Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur tidak dapat memenuhi syarat karena dugaan kecurangan,” ujarnya. Namun Ridho tidak menjelaskan dugaan kecurangan yang dimaksud.

Hingga berita ini ditulis, tidak ada konfirmasi dari Ketua KPU perihal pertemuan empat mata dengan Partai Ummat. Meski gagal setelah lebih dari sebulan berjuang dalam proses verifikasi faktual, Ridho mengaku tak putus asa. Partai Ummat akan tetap mengikuti mekanisme dengan mengajukan gugatan. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.