32 TPS di Papua Barat Berpotensi PSU

MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat menyebutkan sebanyak 32 dari 1.879 tempat pemungutan suara (TPS) yang terdapat di sembilan kabupaten penyelenggara Pilkada Serentak, 9 Desember 2020, berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang atau PSU.

“Laporan baik dari jajaran PTPS dan Panwascam ada 32 TPS yang berpotensi PSU,” kata Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Papua Barat Muhammad Nazil Hilmi, melalui keterangan tertulis yang diterima Papua Barat News, Jumat (11/12/2020).

Ia menerangkan puluhan TPS yang berpotensi PSU itu tersebar di Kabupaten Manokwari ada 16 TPS, Manokwari Selatan ada 1 TPS, Kabupaten Teluk Wondama ada 4 TPS, Kabupaten Fakfak 2 TPS, Kaimana 1 TPS, dan Raja Ampat ada 8 TPS.

“Selain PSU, ada 3 TPS di Kaimana Kota lakukan penghitungan rekapitulasi ulang. Lokasinya di Rajawali, Batu Lubang dan Kelurahan Kroy,” terang Nazil.

Ia menegaskan, rekomendasi PSU yang dikeluarkan Bawaslu di masing-masing kabupaten karena telah terjadi sejumlah pelanggaran. Meliputi, pemungutan/penghitungan suara dilakukan tidak sesuai tatacara yang ditetapkan undang-undang, petugas KPPS merusak lebih dari 1(satu) surat suara yang sudah digunakan pemilih, sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah/rusak, satu pemilih ditemukan mencoblos lebih dari satu kali pada TPS yang sama, maupun TPS berbeda, dan pemilih yang tidak terdaftar dan tidak memiliki E-KTP setempat diberikan kesempatan untuk mencoblos di TPS.

“Bahwa pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT, DPPH, DPTTB dilarang ikut memilih di TPS PSU tersebut,” tegas dia.

Dia melanjutkan, sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 112 Ayat 2 huruf e serta  Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 sebagaimana telah disempurnakan dalam Peraturan KPU Nomor 18 Tahun 2020 Pasal 60 hingga Pasal 80 tentang Wewenang, Prosedur dan Subtansi Pelaksanaan PSU dan  Penghitungan Suara Ulang, maka pelaksanaannya dilakukan empat hari setelah hari pemungutan suara.

“Setelah diklarifikasi dengan cermat, syarat PSU oleh Bawaslu kabupaten di wilayah tersebut segera merekomendasikan TPS yang dilakukan PSU dan penghitungan ulang ke KPU setempat,” tegas Nazil.

Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat di sembilan kabupaten penyelenggara pemilu agar tetap tenang dan tidak beruforia berlebihan untuk merayakan kemenangan. Sebab, KPU setempat belum mengeluarkan penetapan hasil Pilkada 2020. “Penetapan dijadwalkan pada Sabtu 26 Desember 2020,” ujar dia.

“Mari kita kawal hasil Pemilukada ini dengan baik dan siapapun yang terpilih merupakan suara murni rakyat,” kata dia menambahkan.

Ia menuturkan, Bawaslu Papua Barat tetap melakukan pemantauan secara ketat terhadap seluruh proses rekapitulasi Pilkada di 125 distrik di sembilan kabupaten.

“Akan terus dikawal hingga rekap di tingkat kabupaten,” terang dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi menegaskan, pengamanan akan diperketat di sejumlah wilayah yang berpotensi menggelar penghitungan suara ulang (PSU).

“Kita akan melaksanakan pengamanan ulang bila ada Bawaslu merekomendasikan PSU, sama halnya pengamanan waktu pencoblosan,” ucap Adam Erwindi.

Seperti telah diketahui, Polda Papua Barat mengerahkan 3.063 personil untuk mengamankan pemilihan kepala daerah di sembilan kabupaten yang diselenggarakan, pada Rabu (9 Desember 2020).

Ribuan personil Polri akan disebar ke 1.879 TPS di sembilan kabupaten yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Sorong Selatan, Fafkfak, Raja Ampat, Teluk Wondama dan Kaimana.

“Kekuatan Polri yang terlibat pengamanan itu sudah termasuk 500 personil Brimob nusantara yang dikirim untuk memback-up Polda Papua Barat,” pungkas Adam Erwindi. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 14 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: