38 Nakes di Manokwari Terpapar Korona

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Hingga saat ini sedikitnya 38 tenaga kesehatan di Kabupaten Manokwari terpapar Covid-19 dan sejumlah fasilitas kesehatan terpaksa menutup pelayanan medis untuk mencegah meluasnya penularan.

Data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari, Kamis (24/9/2020) mencatat terdapat 38 nakes terkonfirmasi positif dan terbagi dalam dua kluster, yakni kluster nakes rumah sakit dan kluster puskesmas. Pada kluster rumah sakit terdapat 26 kasus dan puskesmas ada 12 kasus.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari, Henri Sembiring, menyebutkan sejak beberapa hari terakhir empat fasilitas kesehatan (Faskes) ditutup sementara. Empat Faskes itu adalah Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Maripi, dan ruang bedah RSUD Manokwari.

Tidak remehkan APD

Henri Sembiring pun kembali meminta seluruh nakes di daerah ini tidak meremehkan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pasien.

“Termasuk relawan Covid-19, dokter praktik dan petugas medis di apotek. Minimal APD level dua yaitu masker dan handsbone (sarung tangan). Jangan pernah meremehkan APD,” ucap Sembiring.

“Apakah pasien itu jujur atau tidak penggunaan APD untuk nakes itu wajib sebagai upaya untuk melindungi diri agar tidak tertular,” ujarnya lagi.

Saat ini jumlah warga terpapar Covid-19 di Manokwari tercatat sudah mencapai 267 orang. Selain nakes, kluster penularan Covid-19 di Manokwari meliputi kluster perkantoran, kluster keluarga, kluster pertokoan, kluster Gowa, dank luster klinik.

Dari sekian banyak warga positif COVID-19, terdapat 126 orang berhasil sembuh, lima meninggal dunia, 63 dalam perawatan dan 73 orang menjalani isolasi mandiri.

Untuk pasien yang dirawat, 31 orang berada di RSU Papua Barat, 11 di BLUD rumah sakit Manokwari, Rumah Sakit Angkatan Laut empat orang, rumah sakit Bhayangkara tiga dan rumah sakit TNI-AD satu orang.

Dokter spesialis paru

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi Papua Barat, Arnoldus Tiniap mengatakan satu orang dokter spesialis paru segera tiba di Manokwari untuk membantu penanganan Covid-19.

“Saat ini kami juga masih terus berbenah untuk mengoptimalkan pelayanan. Sementara ini, RSUD masih fokus menangani pasien Covid-19 dengan gejala ringan karena peralatan dan tenaga kesehatan terbatas,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini RSUD Papua Barat belum membuka pelayanan umum karena peralatan sedang disiapkan. “Mudah-mudahan November atau Desember sudah bisa melakukan layanan,” katanya.

Dari kesiapan gedung, kata dia,  secara keseluruhan rumah sakit itu memiliki sebanyak 250 ruang atau kamar tidur pasien. Saat ini baru 110 yang dapat digunakan.

“Karena yang kita rawat ini pasien Covid-19, kita perlu mengatur jarak, ventilasi udara dan lain sebagainya. Sehingga kapasitas tampungnya hanya 55 orang. Untuk ruangan bisa kita cepat siapkan, yang menjadi kendala adalah sumber daya manusia (SDM),” katanya.

Ia mengatakan untuk SDM, terutama tenaga dokter, rumah sakit yang resmi beroperasi pada 23 Juni 2020 itu saat ini baru memiliki satu dokter spesialis dan 12 dokter umum.

“Kami masih membutuhkan paling tidak lima dokter spesialis lagi. Saat ini, yang sudah ada spesialis penyakit dalam dan dalam waktu dekat dokter spesialis paru akan datang. Ini dari Jakarta, kita kontrak untuk bertugas di RSUD Papua Barat,” katanya.

Dokter spesialis yang masih dibutuhkan untuk mendukung pelayanan di rumah sakit tersebut antara lain anestesi, patologi klinik, radiologi, serta dokter spesialis jiwa.

“Semua statusnya kontrak, tahun ini kita kontrak sampai Desember. Untuk tahun 2021 nanti kita akan ajukan lagi,” tandasnya. (ANT/RED)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 25 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: