Berita UtamaInforial

39 Kg Daging dan Unggas Tanpa Izin Dimusnahkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari, Kementrian Pertanian, melakukan pemusnahan terhadap 39  kilogram daging dan 10 ekor unggas jenis ayam buras yang masuk ke wilayah Manokwari tanpa dilengkapi surat izin berupa sertifikat karantina dari daerah asal pengiriman.

“Setiap komoditas yang masuk ke Manokwari harus sertakan dokumen dari Stasiun Karantina daerah asal, kalau tidak akan ditahan untuk dimusnahkan,” ujar Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari Lukas Saiba, usai acara pemusnahan komoditas pertanian pembawa media hama penyakit tersebut, pada Rabu siang (18/11/2020).

Dia menjelaskan 39 kilogram daging beku yang dimusnahkan terdiri dari, 10 kilogram daging sapi beku dan 1 kilogram daging sapi olahan atau sosis yang dikirim dari Surabaya menggunakan maskapai Batik Air, pada 7 November 2020. Kemudian, ada 5 kilogram daging asap dan chiken katsu sebanyak 6 kilogram yang dikirim dari Surabaya menggunakan Batik Air, pada 12 November 2020. Selanjutnya, ada daging babi sebanyak 16 kilogram dan daging tikus 1 kilogram yang dikirim dari Bitung menggunakan KM Labobar, pada 15 November 2020.

Untuk unggas jenis ayam buras, sambung dia, timmya berhasil mengamankan 10 ekor yang dikirim dari Surabaya menggunakan KM Ciremai, pada 12 November 2020.

“Setiap bulan kami lakukan, tapi satu bulan terakhir ini jumlahnya cukup banyak,” kata dia.

Lukas juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Manokwari agar dapat mematuhi aturan terkait larangan pengiriman komoditas pertanian media pembawa hama penyakit tanpa dilengkapi dokumen resmi dari pihak karantina.

“Sebagai warga yang baik, kita harus mencegah daerah kita sendiri dari hama penyakit,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu Koordinator Fungsional Karantina Hewan drh Yuni Sulistyowati menjelaskan tindakan pemusnahan menjadi opsi terakhir, setelah pemilik komoditas diberikan waktu untuk melakukan penolakan atau pengiriman kembali ke daerah asal komoditas.

“Dalam masa penolakan itu tidak segera dikirim kembali, maka kami akan mengambil opsi pemusnahan,” jelas Yuni.

Contohnya, sebanyak 25 kilogram daging sapi beku dari Makassar yang diamankan timnya pada 17 November 2020, telah dilakukan pengiriman kembali ke daerah asal menggunakan maskapai Lion Air pada 18 November 2020 (kemarin, red).

Dia melanjutkan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Tahun 2000, maka pihak Stasiun Karantina Pertanian melakukan tindakan pemusnahan komoditas pertanian pembawa hama penyakit dengan alasan, tidak dilengkapi dokumen karantina daerah asal, SK Bupati Manokwari Nomor 363 Tahun 2004 tentang Larangan Pemasukan Ternak Babi dan Bahan Hasil Ternak Babi ke wilayah Manokwari, serta larangan pengiriman dari daerah yang telah tertular penyakit misalnya flu burung.

Sebagai informasi pemusnahan 10 unggas dilakukan dengan cara penyuntikan garam pekat di bagian otak, kemudian dibakar bersama 39 kilogram daging beku di insenarator. (PB15) 

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 19 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.