Berita Utama

40 Persen Kartu Tapcash Wajib Retribusi Bermasalah

MANOKWARI, papuabaratnews.co Sebanyak 2.000-an KK di Manokwari sudah terdata sebagai wajib retribusi sampah. Dimana dalam pembayaran retribusi tersebut menggunakan kartu tapcash BNI. Namun dari total jumlah kartu yang telah dicetak, masih 30-40 persen kartu bermasalah dan belum sinkron dengan sistem.

Kepala Badan Pendapatan daerah (kabapenda) Manokwari, M. Irwanto mengantakan, hal tersebut dikarenakan ada kesalahan pada saat pendaftaran sehingga kartunya tidak terverifikasi.

“Tidak semua kartu, ada sebagian yang kartunya tidak aktif. Kami sedang melacak kartu yang tidak terverifikasi,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/12/2020).

Dikatakan, pihaknya telah melapor permasalahan tersebut ke pihak Bank BNI untuk segera melakukan perbaikan. Sehingga pembayaran distribusi sampah bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Selain itu kendala lain yang dihadapi yakni mesin edisi yang sering tidak terkonek dengan internet. Sehingga pihaknya menarik mesin tersebut guna dilakukan perbaikan.

“Kita sedang perbaiki. Nanti kita evaluasi kembali, kita sudah minta pihak bank untuk perbaiki. Ada yang sudah dipenuhi tetapi ada yang belum. Sitem baru jadi wajar jika ada kendala. Selanjutnya kita menunggu petunjuk dari pihak bank,” pungkasnya.(PB19)

**Berita ini  Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 10 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.