Berita Utama

79 Orang Tewas akibat Konflik di Papua Sepanjang 2023

JAYAPURA — Sepanjang 2023, ada 209 peristiwa kekerasan kriminal bersenjata dan politik di wilayah Papua. Dari kejadian tersebut, sebanyak 79 orang tewas, terdiri dari 37 warga sipil, 20 prajurit TNI, serta 3 anggota Polri. Sementara itu, ada 19 anggota kelompok kriminal bersenjata yang tewas.

Hal itu terungkap dalam catatan akhir tahun Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2023 yang diterima Kompas, Senin (25/12/2023). Sepanjang tahun ini, Satgas Operasi Damai Cartenz juga telah menduduki 42 titik markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan menangkap 33 anggota kelompok tersebut. Selama operasi ini, tim gabungan TNI-Polri ini berhasil menyita 32 pucuk senjata api, 1.279 butir amunisi, 25 unit magasin, 107 alat komunikasi, 31 bilah senjata tajam, serta 334 barang lainnya.

Angka kematian akibat konflik ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama tahun 2022, ada 53 orang tewas. Pada 2022, Satgas Operasi Damai Cartenz mengamankan 12 anggota KKB, 1 pucuk senjata, serta 183 butir amunisi.

”Angkanya lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena pada 2022 fokusnya adalah preventif atau pencegahan, sedangkan tahun ini adalah penindakan,” ujar Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Komisaris Besar Faisal Ramadhani dalam rilisnya.

Faisal memaparkan, Agustus 2023 menjadi bulan dengan intensitas kejadian paling tinggi, yakni 38 kasus. Adapun daerah dengan kasus terbanyak selama 2023 adalah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yakni 38 kejadian.

”Kejadian yang paling menjadi sorotan publik adalah penyanderaan pilot pesawat Susi Air, Philip Mark Mehrtens, pada 7 Februari 2023 dan pembunuhan aktivis HAM dan perempuan, Michelle Kurisi Doga, pada 28 Agustus 2023,” ucapnya.

Philip yang telah lebih dari 10 bulan disandera oleh gerombolan Egianus Kogoya di kawasan Nduga, Papua Pegunungan, hingga kini belum dilepaskan. Adapun tiga pelaku pembunuhan Michelle yang berinisial PM, AW, dan RM ditangkap pada 5-6 Oktober 2023 di Papua dan Papua Pegunungan.

Selain dari KKB, Operasi Damai Cartenz 2023 juga menangani 109 aksi yang dilakukan kelompok kriminal politik. Aksi-aksi yang dilakukan seperti unjuk rasa, mimbar bebas, pertemuan diskusi, rapat tertutup, propaganda, jumpa pers, foto dukungan, pembagian selebaran, dan penggalangan dana.

”Aksi tersebut didominasi dari KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dan ULMWP (United Liberation Movement for West Papua),” ujar Faisal.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri menyampaikan, pada akhir tahun yang bertepatan dengan momentum Natal, situasi wilayah terbilang kondusif. Kendati demikian, dengan konflik yang belum usai, dia mengharapkan sinergitas dari berbagai pihak untuk menciptakan situasi damai di tanah Papua.

Sementara itu, Uskup Jayapura Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You turut menjadikan situasi konflik berkepanjangan di Papua menjadi sorotannya yang disampaikan dalam Surat Gembala Natal 2023. Ia berharap ada perhatian serius dan menyeluruh dari berbagai pihak untuk menghentikan konflik kemanusiaan tersebut.

Monsinyur Yanuarius menyoroti, akibat kasus tersebut, banyak korban jiwa berjatuhan, baik dari TNI-Polri, pihak KKB, maupun masyarakat sipil. Selain itu, banyak pula warga masyarakat yang terpaksa mengungsi akibat konflik berkepanjangan tersebut.

Dengan begitu, Monsinyur Yanuarius menyerukan, pemecahan masalah di Papua harus dilakukan dengan cara-cara bijak. Masyarakat harus mendapatkan haknya agar bisa menikmati hidup dengan rasa damai dan aman.

”Mari berkaca pada penyelesaian konflik di Aceh, dengan duduk bersama dengan semua pihak terkait, akhirnya mereka bisa menemukan jalan perdamaian yang membawa keamanan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat,” ucapnya. (kom)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.