82 Nakes di Manokwari Terpapar Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kasus positif Covid-19 di Manokwari semakin mengkhawatirkan. Data Sabtu (3/10/2020) sudah ada 82 pasien dari tenaga kesehatan (nakes) yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari, Henri Sembiring, menyebut nakes dari perawat, bidan hingga staf. Klaster nakes rumah sakit sebanyak 37 orang, klaster nakes puskesmas sebanyak 44 orang dan 1 kasus lainnya dari klaster klinik.

Saat ini, kata Sembiring, para nakes rumah sakit yang terpapar Covid-19 sudah diisolasi di rumah sakit setempat. Sedangkan nakes puskesmas menjalani isolasi mandiri.

“Sekarang kita sedang berjuang mencari tempat yang tepat untuk isolasi mereka. Ada satu hotel yang bisa dipakai tapi kita tidak memenuhi syarat protokol kesehatan, takutnya nanti menular ke masyarakat,” ujarnya.

Selain nakes, lanjut Sembiring, masih banyak pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Meskipun Gubernur Papua Barat sudah menginstruksikan agar seluruh pasien Covid-19 diisolasi di fasilitas karantina agar tidak menularkan ke keluarga serta kerabatnya yang lain.

Sejumlah fasilitas kesehatan di daerah ini terpaksa menutup sementara pelayanan karena banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 untuk memutus rantai penularan kepada yang lain.

Fasilitas kesehatan yang tutup akibat Covid-19 di Manokwari meliputi RSU Manokwari, Puskesmas Wosi, Puskesmas Masni, dan Puskesmas Amban.

Sebelumnya sudah ada tiga puskesmas yang ditutup karena alasan yang sama, yakni Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Sanggeng dan Puskesmas Maripi. Tiga puskesmas itu saat ini sudah kembali beroperasi dengan mengoptimalkan nakes yang tidak terpapar.

“Kami imbau para nakes benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat memberikan pelayanan. Minimal menggunakan APD (alat pelindung diri) level dua,” kata Sembiring.

Optimalkan tracing

Sementara itu, Satgas Covid-19 BLUD-RSUD Manokwari mengoptimalkan penelusuran riwayat kontak para nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami lakukan ‘tracing’ untuk tenaga medis di rumah sakit juga keluarga dari nakes yang terpapar. Tim surveilans masih berjalan kami belum terima laporan hasilnya,” kata Direktur BLUD-RSU Manokwari, Yodi Kairupan.

Ia  menyebutkan secara keseluruhan terdapat 29 nakes RSUD Manokwari yang terkonfirmasi positif. Mereka tersebar di sejumlah layanan rumah sakit itu.

Menyusul temuan itu, manajemen rumah sakit memutuskan untuk menutup sementara seluruh pelayanan. Selain mengoptimalkan tracing, penutupan dilakukan untuk proses sterilisasi ruangan.

“Kita tutup selama lima hari dari 2 hingga 6 Oktober. Tanggal 7 Oktober kami sudah buka kembali,” katanya.

Ia mengutarakan nakes yang terkonfirmasi positif di rumah sakit tersebut seluruhnya perawat. Sejauh ini tidak ada satu pun dokter RSUD Manokwari yang tertular.

“Sejak diketahui positif, mereka semua menjalani isolasi di rumah sakit. Mereka sangat sadar, tidak mau keluarga atau kerabatnya ikut tertular sehingga memilih untuk isolasi di rumah sakit. Meskipun demikian, tracing untuk keluarga tetap kita lakukan,” katanya.

Ia mengaku kondisi kesehatan para nakas yang terpapar Covid-19 itu saat ini cukup bagus. Mereka masuk kategori pasien tanpa gejala (OTG).

“Secara klinis kondisi kesehatan meraka bagus, tidak ada yang mengalami gejala. Mudah-mudahan bisa segera sembuh dan kembali bekerja seperti biasa,” papar dia. (ANT/RED)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 5 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: