Berita Utama

86 Petani Kakao Terima Bantuan Alat Perkebunan

MANSEL, papuabaratnews.co– Lembaga Ekonomi Hijau memberikan bantuan alat perkebunan kepada 86 petani di 13 kampung di Distrik Ransiki, Manokwari Selatan, Selasa (2/2/2021).

Bantuan alat perkebunan tersebut dibagikan kepada petani kakao yang memasok hasil kebunnya ke Koperasi Ebier Suth Cokran.

“Bantuan peralatan itu berupa gergaji, parang, sepatu boots, dan juga gergaji mesin. Khusus untuk gergaji mesin masing-masing kampung mendapat satu buah. Bantuan ini secara khusus diberikan kepada 86 petani yang rutin memasok kakao ke Koperasi Ebier Suth Cokran,” kata Koordinator Bidang Pengaturan Sistem Pertanian Lembaga Ekonomi Hijau, Dominggus Deda.

Bantuan tersebut, menurut dia, sebagai peran Lembaga Ekonomi Hijau dalam upaya peningkatan kualitas petani kakao di Mansel.

“Kami hadir untuk membantu petani, dalam hal ini petani kakao di Mansel. Kami menargetkan bisa kembali mengembangkan 12 varian tanaman kakao di Mansel. Saya dapat info bahwa dulu pada waktu koperasi cokran dikelola Inggris, disini mampu mengembangkan 12 varian tersebut. Masa kejayaan yang kami harapkan bisa terulang kembali,” ujarnya.

“Kalau kita cari-cari informasi, Mansel ini adalah daerah yang memiliki kualitas bisa dikatakan salah satu yang terbaik di Indonesia bahkan dunia. Petani disini harus manfaatkan hal ini dengan baik,” sambungnya, menambahkan.

Sementara itu, Bupati Markus Waran mengapresiasi bantuan yang disalurkan Lembaga Ekonomi Hijau.

“Karena keterbatasan anggaran, pemda belum bisa banyak membantu petani. Tapi tahun ini, melalui Dinas Perindagkop, kami juga akan memberikan bantuan,” ungkapnya.

Waran mengaku, pihaknya berencana memberikan insentif kepada petani yang menunjukan semangat dalam bertani.

“Kita nanti lihat, kalau ada petani yang semangat bekerja, hasilnya baik, kita kasih insentif. Tapi ini bukan untuk memanjakan petani, melainkan jadi penyemangat. Jadi kalau tidak rajin berkebun atau bertani, kita tidak berikan,” ucap Waran

Waran lalu berharap, bantuan yang diberikan Lembaga Ekonomi Hijau ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para petani kakao.

“Alat ini khusus untuk kakao. Contohnya gergaji tangan memang dikhususkan untuk memotong pohon coklat, jadi jangan dipakai untuk hal lain. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memompah semangat serta meningkatkan produksi kakao Mansel,” pungkasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 3 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.