Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Diusulkan Naik 2021

MANSEL, papuabaratnews.co – Anggaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas kesehatan (Dinkes) Mansel, diusulkan untuk dinaikan pada 2021.

Dari data yang diterima Papua Barat News, anggaran Dinkes 2021 diusulkan Rp53.257.539.190, naik dari anggaran induk Dinkes 2020 yang berada di angka Rp44.522.437.100. Sementara, usulan anggaran Dispora 2021 adalah Rp60.937.353.202, mengalami peningkatan dibanding pagu induk Dispora 2020 yang berada di kisaran Rp57.825.553.988,71.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mansel, Phiter Rante mengatakan, usulan kenaikan anggaran di kedua sektor tersebut dikarenakan Pemkab Mansel masih berjaga-jaga terkait pandemi Covid-19.

“Jadi yang diusulkan naik, utamanya kesehatan dan pendidikan. Di kedua sektor tersebut, kita ada poin di mana mengantisipasi pandemi Covid-19 ini,” tuturnya di Ransiki, Rabu (2/12/2020).

Dia berharap, setiap usulan anggaran yang telah disusun, tidak lagi direvisi seperti pada 2020.

“RKPD yang kita susun, yang nantinya ditindaklanjuti dengan penyusunan KUAPPS, di mana menjadi rujukan penetapan RKA atau DPA tahun 2021. Kita harap itu tidak ada lagi revisi sama dengan tahun 2020. Itu kita antisipasi pandemi yang kemungkinan besar masih ada di 2021,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Mansel, Hengky Tewu menerangkan, dalam penyusunan anggaran 2021 ini, Pemkab Mansel untuk pertama kalinya menggunakan e-Budgeting dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Dari Kemendagri sekarang ini memang sudah tidak membuka opsi lain. Kita optimalkan. Dari awal kita sudah berproses. Dari planing ke budgeting, ada perubahan sistem dan perubahan aplikasi serta perubahan dalam peraturan,” ungkapnya.

Disinggung terkait kesiapan SDM, dia menegaskan, setiap OPD sudah bisa dikatakan siap. Apalagi menurut dia, dalam penyusunan anggaran ini, pihaknya dikejar deadline.

“Kalau soal siap, buktinya ada OPD yang baru datang, sudah bisa langsung pakai. Kalau lihat progres kita berharap seratus persen dari mereka bisa menguasai. Karena kita berkejaran dengan waktu. Karena ada OPD yang meskipun nilainya kecil, tapi sub kegiatan di rutin banyak sekali,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 3 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: