Berita Utama

Anggota Satpol PP Diminta Sigap, Jangan Tunggu Perintah

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Manokwari, Yusuf Kayukatui meminta para anggotanya agar siap dan sigap dalam menjalankan kewajibannya tanpa menunggu perintah. Karena Satpol PP berperan penting dalam mengawal serta mengawasi segala peraturan yang ada di daerah.

Selain itu kata Kayukatui, seluruh anggota harus terus mengikuti perkembangan informasi yang ada, terutama di masa Pandemi Covid-19 sekarang.

“Berulang kali saya sampaikan, sekarang lihat di media dengan adanya wabah virus ini kira-kira posisi Satpol PP itu ada dimana. Saya mau mereka (anggota) nonton di televisi dan lihat, Satpol PP di Indonesia ini dalam posisi mana dan bekerja dimana. Itu menjadi contoh untuk kita di Manokwari. Saya tidak perlu bicara terus, ikuti perkembangan. karena Satpol PP tidak ada waktu untuk libur, tetap stanby dan tidak bisa menunggu ada perintah,” tegasnya kepada Papua Barat News belum lama ini.

Dirnya berharap para anggota dapat lebih berperan aktif dalam mengikutin perkembangan yang ada.

“Kantor adalah tempat kita cari hidup, maka datang ke kantor supaya jika ada informasi baru mereka bisa tahu,” harapnya.

Total anggota Satpol PP Manokwari berjumlah hampir 500 anggota. Terdiri dari pegawai ASN sebanyak 65 anggota, honor tetap 10 anggota, dan pegawai kontrak 373 anggota.

“Cukup banyak, dengan adanya pembatasan masuk kantor sebanyak 25 persen, akhirnya kita buat jadwal untuk masuk kantor. Tetapi yang turun ke lapangan itu anggota tetap yang sudah patroli dari bulan Maret,” sebut Kayukatui.

Sementara itu, untuk tenaga kontrak menyesuaikan dengan keadaan dikantor-kantor (OPD) tempat mereka ditempatkan.

“Saya sampaikan, bahwa saya tidak paksa untuk masuk kantor, yang penting hadir untuk mengisi daftar hadir. Sehingga bisa menjadi dasar untuk pengajuan haknya,” jelasnya.

Selain disebar untuk melakukan patroli, para anggota juga disebar di masing-masing OPD di lingkup Pemkab Manokwari.

“Paling banyak ditempatkan ditingkat distrik, di Distrik Warmare dan Prafi kalau ditotal sekitar 100-an lebih. Wilayah Pantura sekitar lebih dari 20-an, untuk di wilayah kota di masing-masing OPD jumlahnya tergantung permintaan dari pimpinan OPD,” tutup Kayukatui. (PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 12 Oktober 2020

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.