Berita Utama

Barang Kadaluarsa Masih Sering Ditemui

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Barang-barang kadaluarsa masih sering ditemui beredar di pasaran. Kepala Disperindagkop dan UKM, Rosita Watofa mengungkapkan belum lama ini pihaknya menemukan adanya peredaran barang kadaluarsa di beberapa toko di sekitar wilayah kota dan Distrik Sidey.

“Beberapa waktu lalu kami juga memusnahkan barang kadaluarsa yang di Distrik Sidey. Kedepan kita akan koordinasi ke distrik-distrik untuk bersama-sama mengawasi barang yang beredar di masyarakat. Karena jangkauan kita jauh, sehingga bisa dibantu oleh distrik,” paparnya, Senin (23/11/2020).

Dikatakan, pihaknya tetap melakukan pengawasan yang hanya difokuskan di wilayah Distrik Manokwari Barat. Mengingat beberapa toko didapati masih menjual barang kadaluarsa.

“Kita harus awasi, karena masih banyak barang kadaluarsa yang beredar di sana,” imbuhnya.

Watofa berharap para distributor dapat lebih selektif untuk menjual barang, khususnya kepada mereka yang berada di wilayah perkampungan.

“Kembali ke distributor juga, jangan hanya sekedar menjual tetapi tidak memperhatikan masyarakat,” pesannya.

Dijelaskan bahwa barang kadaluarsa yang beredar di wilayah Distrik Sidey tersebut ditemukan berdasarkan adanya pengaduan dari masyarakat bahwa tanggal kadaluarsa yang tertera dalam barang tersebut telah dirubah.

Dijelaskan, penemuan barang kadaluarsa tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat setempat.

“Ada pengaduan masyarakat bahwa tanggal kadaluarsa barang tersebut di typex (hapus), dan setelah kami cek ternyata memang benar. Kita berharap hal tersebut tidak terulang kembali, mengingat pada saat puasa dan Idul Fitri kami tidak lakukan pengawasan. Kami tidak berikan sanksi, masih diberikan toleransi kepada pelaku usaha,” ujarnya.

Hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan surat terkait barang yang mendekati tanggal kadaluarsa. Namun pihaknya mengimbau kepada para distributor agar tidak menggabungkan barang kadaluarsa dengan barang yang masih baru.

“Nanti kami akan rapat lagi untuk menyampaikan itu, karena harus ada kesepakatan. Kita jalan dengan apa yang ada dan kita sampaikan bahwa harus dilokalisasi atau memisahkan barang yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa supaya masyarakat tahu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Manokwari, Heriyanto Ba’an menegaskan, pelaku usaha yang dengan sengaja mengedarkan tanpa izin edar dan tanpa pemberitahuan akan dikenakan sanksi. Guna  menjamin masyarakat tidak membeli barang kadaluarsa, pihak distributor diharapkan dapat melokalisasi barang yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa secara tersendiri dan diinformasikan kepada konsumen bahwa produk tersebut sudah mendekati kadaluarsa.

“Para distributor bisa menjualnya dengan cara diskon dan lainnya, tetapi tetap menginformasikan kepada masyarakat. Dengan begitu konsumen bisa memilih,” tutupnya. (PB19)

**Berita ini telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Selasa 24 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.