Berita Utama

Bawaslu Ingatkan KPU soal Penerapan Sirekap

MANOKWARI, papuabaratnews.coBadan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia mengingatkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mempersiapkan secara matang terkait penerapan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang nantinya digunakan pada Pilkada 2020.

KPU harus memastikan Sirekap tidak terkendala jaringan internet dan memperhatikan persoalan keseragaman data yang dikirim dalam Sirekap.

“Soal jaringan internet, apabila Sirekap diterapkan dimungkinkan tidak terjadi perbedaan terutama d idaerah. Kemudian adalah wilayah yang menggunakan Sirekap atau tidak hal ini tentunya persoalan keseragaman dan nilai soal keserentakan,” ujar Ketua Bawaslu RI Abhan dikutip dari rilis pers, Rabu (4/11/2020).

Penerapan Sirekap akan dimasukan dalam rancangan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilihan. Menurut Abhan rancangan PKPU yang diusulkan perlu dipersiapkan untuk memetakan kendala persoalan akses internet saat diterapkan pada pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara 9 Desember 2020 mendatang. Pemetaan tersebut harus diperhitungkan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas TPS terkait daerah dengan letak geografis yang tidak memungkinkan untuk jangkauan akses internet.

“Karena ada wilayah timur yang menjadi masalah pada jaringan sinyal. Saya kemarin berkunjung ke Papua dan meminta bahwa jajaran pengawas TPS sebisa mungkin harus mempunyai Smartphone. Jawaban mereka adalah, kami bisa saja membeli Smartpone namun ada permasalahan jaringan sinyal yang sulit,” terang dia.

Dia lalu mengusulkan rancangan perubahan dalam PKPU tersebut perlu memperhatikan ketentuan soal pengiriman bukti formulir model C-Hasil-KWK melalui Sirekap harus memiliki format yang seragam. Sebab hal ini akan menjadi krusial ketika pembuktian ketika Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Bagaimana hal tersebut bila terjadi perbedaan, apabila ada yang membuktikan secara digital dan manual,” kata Abhan.

Perlu diketahui, sebelumnya KPU menerapkan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) sesuai PKPU 8 Tahun 2018 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pilkada. Namun penggunaan sistem tersebut mengalami perubahan, sehingga KPU akan menerapkan Sirekap dalam Pilkada 2020 setelah dilakukan penyempurnaan dan perubahan.

“Terhadap beberapa ketentuan melalui perubahan PKPU tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pilkada,” pungkas dia.(PB15)

 **Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 5 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.