Bawaslu Kaji Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada 

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Bawaslu Kabupaten Manokwari akan mengkaji laporan terkait dugaan pelanggaran yang melibatkan salah satu calon wakil Bupati Manokwari.

“Kami akan mengkaji secara cermat laporan itu di Sentra Gakumdu,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari, Syors A Prawar, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Kamis (15/10/2020).

Ia menjelaskan, dugaan pelanggaran Pilkada tersebut diterima Bawaslu Manokwari dari H. Yusran sebagai pelapor, pada Rabu (14/10/2020). Laporan itu mengenai pencemaran nama baik yang dilakukan salah satu calon wakil bupati.

Bawaslu, kata dia, sudah melayangkan panggilan kepada kedua belah pihak baik pelapor dan terlapor. Panggilan tersebut dilakukan agar masing-masing pihak dapat memberikan klarifikasi, sehingga Bawaslu dapat menemukan titik terang untuk pengambilan keputusan.

“Kami juga memanggil beberapa orang saksi dalam kasus tersebut,” katanya.

Dia menyampaikan, apabila dalam proses penelusuran dan pengkajian nanti pihaknya menemukan adanya unsur pidana pemilu maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tetapi apabila kasus tersebut berkaitan dengan tindak pidana umum, maka akan diserahkan kepada pihak yang berwenang menanganinya yaitu Kepolisian.

“Jadi kita lihat juga kapasitas kedua pihak ini. Karena laporannya diberikan ke Bawaslu. Kalau terlapor sudah tentu kita tahu sebagai calon wakil kepala daerah. Sedangkan pelapor masih kita pelajari,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar kedua belah pihak kooperatif terhadap panggilan Bawaslu, guna memberikan klarifikasi. Karena hal tersebut menjadi model pembelajaran politik yang santun dan cerdas kepada masyarakat.

“Jadi kami berharap kedua pihak bisa kooperatif menghargai panggilan kami,” tegasnya.

Perlu diketahui, pada Rabu (14/10/2020) sekitar pukul 10.00 WIT Bawaslu Kabupaten Manokwari melalui Sentra Gakumdu menerima pengaduan dari Yusran yang melaporkan salah satu kandidat calon Wakil Bupati Manokwari 2020/2025. Laporan tersebut berisi dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pihak terlapor terhadap pelapor saat kampanye di wilayah Kampung Makasar, Senin (12/10/2020), sekitar pukul 13.30 WIT.

“Jadi ada dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh terlapor pada saat melakukan kampanye di daerah Kampung Makasar,” pungkasnya. (PB25)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 16 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: