Berita Utama

Beberapa Komoditi Pangan Akan Dikembangkan Tahun ini

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kementerian Pertanian akan mengembangkan beberapa komoditi tanaman pada tahun ini. Adapun program kegiatan dimaksud yakni berupa kegiatan pengembangan jagung seluas 250 hektar, kacang tanah 100 hektar, padi inbrida 850 hektar, padi kaya gizi 865 hektar, pengembangan sumber benih padi 50 hektar dan ubi jalar seluas 100 hektar.

“Itu kegiatan dari pusat, yakni jagung, kacang tanah, padi inbrida, padi kaya gizi, pembinaan produksi benih unggul dan ubi jalar,” sebut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Andre Pattikawa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021).

Dijelaskan, untuk paket program kegiatan dari pusat itu tidak langsung turun ke kabupaten, melainkan melalui Provinsi Papua Barat pada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Papua Barat. Adapun untuk pembagiannya akan disesuaikan dengan potensi lahan. Selain itu ada bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Mereka sebagai pengelola, kita hanya melaksanakan. Karena mereka di Satker yang bertanggung jawab sepenuhnya. Untuk padi sawah kita fokus ke petani padi sawah, untuk kacang tanah, ubi jalar kita fokus ke petani lokal lahan kering. Kita bagikan sesuai kebutuhan dan jenis tanaman,” jelasnya.

Lanjutnya, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi, maka pihaknya belum dapat memastikan apakah semua kegiatan itu dapat terlaksana atau tidak.

“Ini merupakan rencana awal, mengingat pandemi saat ini biasanya ada relokasi kegiatan (recofusing) anggaran dikurangi untuk pembiayaan Covid-19. Ini merupakan gambaran awal kita di tahun 2021 terkait program dari pusat,” jelasnya menambahkan.

Sementara itu, pihaknya juga memiliki beberapa program kegiatan pada tahun ini. Salah satunya bantuan benih kepada petani padi sawah, pengembangan bawang merah, cabai, kacang tanah padi inbrida, pengembangan pisang, rambutan, durian dan sayuran baik itu sayuran daun maupun sayuran buah.

Selain itu, ada pembinaan untuk balai benih holtikultura maupun balai benih padi. Untuk balai benih holtikultura berlokasi di Distrik Manokwari Utara, sedangkan balai benih padi berlokasi di Distrik Masni.

“Kita masih menunggu, kalau DPAnya sudah keluar tidak ada perubahan, diperkirakan sekitar bulan Maret-April kita sudah bisa eksekusi kegiatan ini,” tandas Andre.(PB19)

**Berita ini telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 7 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.