Berita Utama

Belasan Hektar Sawah di Prafi Dipanen Sebelum Waktunya

MANOKWARI, PB News – Sedikitnya 12 hektar sawah di kampung Indisey SP1 Distrik Prafi terpaksa harus dipanen sebelum waktunya lantaran serangan hama wereng coklat. Situasi ini bisa menyebabkan para petani di wilayah tersebut terancam gagal panen.

Berbeda dengan wereng hijau pada umumnya dijumpai yang menyerang daun, jenis wereng coklat menyerang pada batang padi yang membuat tanaman padi milik petani kering dan mati. Hal ini disebabkan tidak adanya nutrisi makanan yang sampai pada bulir buah padi. Pengendaliannya, tidak cukup dengan menyemprotkan petisida diatas tanaman, semportan harus menjangkau batang padi.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (DP3) Kabupaten Manokwari, Kukuh Saptoyudo mengatakan, lahan yang terserang dengan intensitas berat mencapai 12 hektar, sementara untuk sedang sampai ringan 46 hektar.

“Seluas 12 hektar itu mau dipanen paksa oleh petani, untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Otomatis yang 12 hektar ini kualitas hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” ujarnya kepada wartawan, sembari menjelaskan jenis hama wereng coklat menyerang padi yang berumur 35 hari keatas.

Dijelaskan Kukuh Saptoyudo, pihaknya bekerja sama dengan Balai TPH provinsi Papua Barat untuk membagikan pestisida kepada petani yang sawahnya terserang hama wereng hitam di wilayah kampung Indisey (SP1) dan kampung Desay (SP2).

“Kita bekerja sama dengan balai proteksi untuk lakukan pengendalian hari ini. Hama ini hitungan menit berkembang biak dan bisa menyebabkan kerugian yang lebih besar lagi,” tambah Kukuh.

Sementara itu, Wakil Bupati Edi Budoyo menjelaskan bahwa adanya siklus tanam yang tidak sesuai di wilayah SP 1 dan SP 2, yang menyebabkan hama wereng terus hidup dan menyerang tanaman padi milik petani.

“Kalau menurut masyarakat tadi, jadwal tanam yang tidak serentak antara Sp 1 dan Sp 2 yang merupakan satu amparan. Nanti dari kepala dinas akan kumpulkan petani, agar siklus tanam bisa serentak dan hama bisa musnah,” kata Budoyo.

Pemda Manokwari prihatin dengan adanya serangan hama yang dialami petani di dataran Prafi tersebut. Menurut Wabup, perlu ada tindakan cepat untuk penanganan hama yang efektif untuk menghindari kerugian yang dialami petani.

“Kita sangat prihatin karena sudah mendekati masa panen, kita harus ambil tindakan cepat sebelum hama ini menyebar. Obat yang telah diberikan segera aplikaikan pada lahan padi, sehingga penanganannya bisa maksimal,” tandas Budoyo, usai meninjau langsung spot sawah yang terkena hama wereng hitam. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.