Belasan Truk ODOL di Manokwari Terjaring Operasi Gabungan

MANOKWARI – Operasi gabungan untuk menertibkan kendaraan over dimension and over loading (ODOL), semakin intens dilakukan. Dari 64 kendaraan bermotor (truk maupun mobil bak terbuka) yang diperiksa, petugas menemukan 14 truk melakukan pelanggaran dimaksud.

Pantauan Papua Barat News di lokasi, operasi gabungan pada Kamis (10/3/2022), diselenggarakan oleh empat instansi terkait. Meliputi, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXV Papua & Papua Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Manokwari, dan Jasa Raharja Manokwari.

“Kendaraan over dimensi ada tujuh, over loading enam kendaraan, dan satu kendaraan over loading sekaligus over dimensi,” ujar Kepala Seksi Sarpras BPTD Wilayah XXV Papua & Papua Barat, Dany Irawan Siswoyo, saat dikonfirmasi awak media di Manokwari.

Ia menjelaskan, over dimensi adalah ukuran tinggi dan lebar kendaraan tidak sesuai standar produksi atau rancang bangun yang ditetapkan. Hal ini terjadi lantaran dimensi pengangkut telah dimodifikasi oleh pemilik. Namun, hasil operasi menemukan kendaraan over dimensi yang ada di Manokwari merupakan bawaan dari karoseri. “Tinggi kendaraan itu 60 centimeter sampai 1,5 meter. Itu berbahaya bagi pengguna jalan lainnya,” ucap Dany.

“Beberapa karoseri akan kita hubungi, karena karoseri di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat,” ujarnya lagi.

Kemudian, over loading adalah kondisi kendaraan dimana muatan yang diangkut telah melewati berat maksimum sesuai aturan. Rata-rata truk over loading di Manokwari didominasi kendaraan pengangkut pasir basah dan aspal. “Untuk beratnya kami masih mengacu ke 40% standar, tergantung dari jenis muatan,” jelas Dany.

Belasan truk ODOL, kata dia, masih diberikan peringatan tertulis untuk melakukan normalisasi sendiri. Sebab, selama tahun 2022 operasi ODOL hanya bersifat sosialisasi dan edukasi bagi seluruh pengendara truk maupun kendaraan bak terbuka.

“Tahun 2023 skalanya sudah nasional. Salah satu penindakan itu bak truk yang over dimensi akan potong di lokasi operasi,” ucap dia.

Ia menambahkan, truk ODOL melanggar Pasal 277 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sehingga, operasi gabungan untuk menegakkan aturan tersebut sudah dimulai beberapa tahun lalu. Namun, penindakan akan diterapkan tahun 2023 mendatang untuk mencapai Zero ODOL.

“Tahun 2017 sudah dilakukan Zero ODOL, tapi 2019 ditolak oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Tahun 2020 kami lakukan Zero ODOL, tapi ditolak lagi,” jelas Dany.

Sementara itu, Kepala Satlantas Polres Manokwari IPTU Subhan Ohoimas, menegaskan, operasi gabungan menyasar kendaraan ODOL selama tiga hari akan dievaluasi. Khusus kendaraan over loading yang telah diberikan teguran tertulis, harus mematuhi aturan tersebut. Jika tidak, akan dikenakan sanksi tilang. “Ketika tilang diberikan ada efek jera kepada pengendara maupun pemilik,” tegas Subhan.

Upaya sosialisasi hingga teguran tertulis, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemilik maupun pengendara kendaraan. Sehingga, pelanggaran ODOL yang masuk kategori kejahatan jalan raya tidak terulang kembali.

“Selama sosialisasi tidak ada komplain dari pemilik maupun pengendara. Mereka justru tidak mengetahui aturan yang mengatur soal kelebihan dimensi dan beban muatan,” pungkas Subhan Ohoimas. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: