Berita UtamaEKONOMIInforial

BI Gencarkan Sosialisasi QRIS di Manokwari

  •  Jumlah merchant 3.435

MANOKWARI, papuabaratnews.coTransaksi non tunai menjadi alternatif untuk menghindari kontak langsung dengan uang tunai di masa pandemi Coronavirus Disease-19. Sehingga, Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat kembali menggencarkan sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) di Kabupaten Manokwari.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BI Papua Barat, Joko Supratikto, mengatakan, sosialisasi QRIS menyasar ke sejumlah segmen seperti pelaku usaha, kaum milenial, aparatur sipil negara, lembaga keagamaan.

“Hari ini (Kemarin, red) kita sosialisasikan QRIS kepada pengurus masjid yang ada di Manokwari, sebelumnya sudah dengan gereja,” ujar dia saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Manokwari, Selasa (7/7/2020).

Joko melanjutkan, penggunaan QRIS akan mempermudah seluruh transaksi non tunai dalam kehidupan sehari-hari. Karena, QRIS mengintegrasikan seluruh sistem pembayaran elektronik pada semua merchant yang telah bekerjasama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) baik perbankan maupun non perbankan seperti, LinkAja, Gopay, OVO, DANA, Bukalapak dan lainnya.

“Supaya pengurus masjid bisa memanfaatkan QRIS untuk zakat, infaq dan lainnya,” terang dia.

Dari data Bank Indonesia, jumlah merchant di Papua Barat yang telah menggunakan QRIS mencapai 3.435. Jumlah ini tersebar di Kota Sorong sebanyak 1.612 merchant, Kabupaten Manokwari 1.218 merchant, Kabupaten Fakfak 138 merchant, Kabupaten Raja Ampat 96, Kabupaten Pegunungan Arfak 94 merchant, Kabupaten Teluk Bintuni ada 79 merchant, Kabupaten Kaimanan 58, Kabupaten Maybrat 53 merchant, Kabupaten Sorong Selatan 42 merchant, Kabupaten Teluk Wondama 35 merchant, Kabupaten Manokwari Selatan 6 merchant, dan Kabupaten Tambrauw ada 4 merchant.

Meskipun jumlahnya tergolong minim jika dibandingkan dengan penggunaan QRIS di daerah lain, Joko optimis dengan pelaksanaan sosialisasi dan edukasi yang masif masyarakat di Papua Barat semakin memahami manfaat bertransaksi non tunai menggunakan QRIS.

“Manfaatnya tuh macam-macam mempermudah penerimaan retribusi sehingga tidak dicatat secara manual,” terang dia.

Sebelumnya, Korwas Bidang APD Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Daerah (BPKP) Provinsi Papua Barat, Riandi Putra, menuturkan, sosialisasi QRIS yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia memberikan pengetahuan terkait inovasi pembayaran digital di masa kini.

“Ternyata non tunai itu tidak hanya kartu kredit dan ATM. Kita baru tahu QRIS ini menjembatani kanal pembayaran yang selama ini dipakai,” kata dia.

Sebagai informasi, QRIS merupakan pengembangan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia. QRIS terdiri dari dua tampilan yang ada di merchant yakni statis dan dinamis.

Untuk yang statis, QRIS ditampilkan melalui stiker atau hasil cetakan lainnya. Sedangkan dinamis tampilan QRIS melalui struk yang dicetak di mesin EDC (Elektronik data capture). (PB15)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.