Berita Utama

Bidang Peternakan Programkan Penjaringan Sapi Betina Produktif

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan programkan penjaringan sapi betina produktif.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nixon Karubaba menjelaskan, dimana dalam Undang-Undang Peternakan No. 18 menjelaskan bahwa dilarang memotong atau menyembelih sapi betina produktif.

“Tujuannya guna pengembangbiakan dan peningkatan populasi sapi di Indonesia. Sehingga kita tidak bergantung untuk memasukkan daging dari luar,” jelas Nixon di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2020).

Untuk itu kata Nixon, pemerintah daerah wajib menyediakan dana talangan untuk membeli sapi betina yang produktif.

“Bilamana terjadi dirumah potong hewan, ada masyarakat yang menjual sapi betina dengan alasan yang sangat mendesak, maka pemerintah menyediakan dana talangan,” jelasnya.

Katanya, tahun ini pemerintah membelanjakan sekitar delapan ekor sapi betina produktif. Tujuannya agar sapi betina dapat berkembang biak guna meningkatkan populasi ternak di Kabupaten Manokwari.

Sementara itu, untuk kegiatan bantuan ternak di 2020, ada sembilan item diantaranya, pengadaan ternak sapi kepada masyarakat, pengadaan ternak sapi terpadu, pengadaan ternak kambing, pengadaan ternak babi, pengadaan ternak ayam petelur dan ayam potong.

Selain itu pihaknya juga pengadaan obat untuk kegiatan rutin tentang penyakit ternak yakni pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan.

“Saat ini terjadi pemotongan anggaran disana-sini, jadi jauh dari kebutuhan kami untuk menjawab, khususnya pengobatan ternak. Obat yang kita belanjakan sangat sedikit dan tidak bisa menjangkau sembilan distrik. Tetapi tetap kami upayakan untuk bisa menjawab kebutuhan,” ungkap Nixon

Tahun ini pengadaan ternak sapi sebanyak 60 ekor. Awalnya kata Nixon, pihaknya mengusulkan 100 ekor, namun karena terjadi pemotongan anggaran untuk penanganan covid-19, maka hanya bisa di beli sebanyak 60 ekor.

“Kita mengambil kebijakan satu kelompok sebanyak enam ekor dan kita bisa menjawab 10 kelompok yang ada di Distrik Sidey 1 kelompok, Masni 2 kelompok, Prafi 2 kelompok, Distrik Manokwari Selatan 2 kelompok, Tanah Rubuh 2 kelompok dan Manokwari Utara 1 kelompok,” sebutnya.

“Sedangkan untuk ternak kambing sebanyak 2 kelompok di Distrik Tanah Rubuh. Ternak babi ada di 4 distrik, yakni Distrik Manokwari Timur, Prafi, Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Selatan,” lanjut Nixon.

Adapun kelompok penerima bantuan ternak tahun ini berdasarkan hasil musrenbang tahun lalu. Lanjut Nixon, dalam pemberian bantuan, pihaknya melakukan beberapa tahapan, diantaranya identifikasi CPCL, pembinaan dan monitoring di akhir tahun untuk melihat perkembangan ternak yang sudah diserahkan.

“Sering terjadi setelah pengadaan ternak ada yang tidak dipelihara dengan baik bahkan ada yang dijual. Diharapkan ada kegiatan monitoring setiap tahunnya guna melihat perkembangannya. Dimana tujuan dari bantuan ternak adalah untuk meningkatkan populasi dan peningkatan mutu hasil peternakan untuk menjawab ketersediaan daging di Manokwari,” timpalnya. (PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 4 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.