Berita UtamaInforial

BNNP Papua Barat Dorong Pemerintah Bentuk IPWL

MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat mendorong pemerintah daerah baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Papua Barat untuk segera membentuk Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di wilayahnya masing-masing guna meminimalisir bahaya narkotika bagi generasi muda di wilayah Papua Barat.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Pak Gubernur, Pak Plt. Bupati dan juga Kepala Dinas Kesehatan  untuk mendorong terbentuknya (IPWL) sehingga para pengguna Narkotika bisa direhab secara medis,” ujar Kepala BNNP Papua Barat, Brigjen Monang Situmorang usai melaksanakan kegiatan sosialisasi rehabilitasi berbasis masyarakat yang diselenggarakan di salah satu hotel di Manokwari, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, Papua Barat saat ini sudah menjadi daerah yang sangat rawan dalam kasus Narkotika. Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, jumlah pengguna narkoba di Papua Barat mencapai 11 ribu orang.

Ketergantungan yang tinggi akan narkotika, kata dia, mengakibatkan para pengguna seringkali melakukan tindakan-tindakan di luar batas kewajaran. Bahkan banyak kejadian di berbagai daerah yang menunjukkan bahwa ada anak yang nekat membunuh orangtuanya karena tidak mendapatkan uang untuk membeli narkoba sehingga perlu ada perhatian yang serius dari pemerintah.

“Jangan sampai ini terjadi di wilayah kita karena ketidakseriusan kita dalam menangani penggunaan dan peredarannya,” kata dia.

Situmorang menuturkan, saat ini BNNP Papua Barat masih sebatas menyiapkan tempat rehabilitasi sosial tetapi belum ada rumah untuk rehabilitasi medis sehingga pihaknya mengajak semua elemen pemerhati masalah narkotika untuk mendorong pemerintah daerah membangun rumah rehabilitasi medis di wilayah ini.

“Kami mengharapkan kepada pemerintah untuk memperhatikan ini. Kalaupun untuk pembangunannya membutuhkan waktu yang lama, setidaknya pemerintah dapat menunjuk rumah sakit yang ada untuk menjadi IPWL,” ungkapnya.

Lebih lanjut Situmorang mengungkapkan, jika kondisi ini tidak segera ditangani maka akan memungkinkan para pengguna yang ada bisa menarik lebih banyak orang terlibat dalam perilaku penyalahgunaan barang terlarang ini.

Dia juga menilai, alasan yang sering menjadi dasar keterlibatan para pengguna ini adalah karena ketidaktahuan mereka tentang bahaya yang ditimbulkan, permasalahan rumah tangga, dan juga kondisi ekonomi.

“Tidak ada orang lain yang membebaskan generasi kita dari bahaya penyalahgunaan narkotika selain dari kita warga Papua Barat sendiri. Kita tidak bisa hanya bersandar pada kerja BNN dan kepolisian,” ucapnya.

Dirinya mengajak kepada pemerintah dan seluruh jajaran masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Manokwari dan Papua Barat bebas dari narkotika dan menyelamatkan generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin daerah ini ke depannya.

“Kita semua adalah penggiat anti narkotika,” terang dia.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi rehabilitasi berbasis masyarakat tersebut dihadiri oleh sejumlah lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Manokwari diantaranya, Parlemen Jalanan, DPC LAN Manokwari, DPD Gerakan Cinta NKRI dan Komnas Anak Papua Barat. (PB25)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.