BPBD Siap Antisipasi Bencana Banjir

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat siap mengantisipasi bencana banjir dan longsor, menyusul terjadi perubahan cuaca pada awal tahun ini.

Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan, pihaknya siap melaksanakan tugas penanganan kebencanaan dan antisipasi bencana. BMKG Manokwari memprediksi curah hujan akan semakin meningkat pada awal Februari 2021.

“Mulai saat ini, kita sudah mempersiapkan antisipasi bencana banjir dan longsor. Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman kebencanaan sehingga siap apabila terjadi bencana,” ungkap Ampnir di Manokwari, Kamis (7/1/2021).

Dijelaskan, sarana yang sudah disiapkan BPBD Papua Barat mengantisipasi banjir, longsor dan bencana alam lainnya yang akan melanda daerah ini, antara lain persediaan bahan pangan, seperti beras, mi instan, sarden, air mineral, selimut, dan jenis makanan lainnya untuk para korban bencana, terutama banjir.

“Sarana antisipasi banjir dan tanggap darurat ini, sudah kita siagakan di gudang BPBD setempat. Jika terjadi banjir dan bencana alam lainnya, sarana ini langsung dikeluarkan dari gudang untuk disalurkan ke lokasi bencana,” ujarnya.

Selain kesiapan persediaan bahan pangan, menurut Derek, persiapan yang paling utama adalah mempersiapkan masyarakat untuk sadar bencana. Masyarakat harus dilibatkan dalam rekayasa kebencanaan. Sehingga bila terjadi bencana alam mereka tidak panic, karena itu justru menimbulkan kerusakan yang jauh lebih parah.

“Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor masih dapat dideteksi, berbeda dengan tsunami maupun gempa bumi yang terjadi tanpa terdeteksi. Untuk itu, masyarakat dipersiapkan,” terangnya.

Dia menambahkan, upaya antisipasi bencana alam terus dilakukan khususnya di wilayah beresiko tinggi seperti pesisir laut dan lereng bukit.

“Usaha antisipasi bencana memang terus kami lakukan bersama masyarakat sebelum adanya pemberitahuan dini potensi terjadinya bencana,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Klas III Rendani Manokwari Bambang Yudhi, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai bencana alam, seperti banjir atau tanah longsor, terutama di saat puncak musim hujan.

“Seluruh masyarakat Manokwari tanpa terkecuali, waspadai bencana alam karena curah hujan sedang meningkat. Perkiraan kami, puncak musim hujan akan terjadi pada Februari mendatang,” katanya di Manokwari, Rabu (6/1/2020).

Bambang menjelaskan, pihaknya selalu memberikan warning terkait cuaca ekstrem yang terjadi pada setiap kesempatan melalui media sosial. Ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana alam, walau pada prakteknya masih ada yang tidak mengindahkan peringatan itu. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 8 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: