Berita Utama

BPKAD akan Lakukan Inventarisasi Aset

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Meski telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), namun masih ada sederet catatan yang harus dibenahi, yakni terkait aset. Perlu diketahui bahwa aset bukan hanya menjadi persoalan bagi Kabupaten Manokwari saja, melainkan semua kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Sama halnya yang disampaikan Walikota Sorong saat di Gedung BPK RI Perwakilan Papua Barat bahwa Kota Sorong, Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Fakfak merupakan kabupaten induk yang mempunyai persoalan aset dibanding kabupaten pemekaran.

Guna menjawab persoalan itu, BPKAD akan melakukan inventarisasi kembali aset milik Pemkab Manokwari.

“Dalam hal ini aset tetap, aset lainnya kami terus melakukan arahan bupati untuk menindaklanjuti itu sehingga kedepan persoalan aset ini bisa terselesaikan,” ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ensemy Mosso belum lama ini.

Dikatakan Mosso, ibarat kereta, saat ini pengelolaan keuangan Kabupaten Manokwari sudah berjalan direlnya.

“Kereta ini kalau sudah berjalan diatas rel, artinya regulasi yang ada harus berjalan ikut rel. Jangan lagi ada yang ambruk ditengah jalan, harus sampai ditempat tujuan. Pengelolaan keuangan kedepan harus sesuai mekanisme, rambu-rambu yang ada,” tegasnya.

Lanjut Mosso, pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan opini WTP dan pihaknya akan melakukan inventarisasi aset secara bertahap.

“Rekon yang dilakukan bendahara pengeluaran, kami akan sinkronisasikan sehingga pengelolaan keuangan kedepan benar-benar bisa dilakukan sesuai dengan arahan dan aturan yang berlaku. Sesuai saran BPK, kami akan melakukan evaluasi dan bisa tertib dalam pengelolaan keuangan,” paparnya.

“Kepada kepala OPD dan seluruh bendahara pengeluaran, kami akan terus memantapkan ini supaya opini ini dapat terus dipertahankan,” lanjut Mosso.

Disebutkan Mosso, adapun kendala dalam inventarisasi aset, salah satunya aset-aset terdahulu yang dianggarkan secara gelondongan, sehingga pihaknya harus melakukan inventarisasi kembali.

“Harus telusuri dipihak dealer dari situ kami bisa tahu status kepemilikan kendaraan itu kemana dan dimana, kami harus telusuri itu sampai tahap penghapusan nanti. Kita harus hati-hati, tidak mudah. Harus ditelusuri baik-baik,” pungkasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.