Berita Utama

Buka Kembali, Disdukcapil Masih Batasi Pelayanan

MANOKWARI, papuabaratnews.co Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil) Manokwari kembali melayani pengurusan semua dokumen dimana sebelumnya hanya menerima pengurusan dokumen yang sifatnya mendesak karena adanya pandemi covid-19. Namun pihak Disdukcapil masih membatasi jumlah pelayanan yang dilakukan setiap hari.

Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Harry Ramandey menuturkan, berdasarkan aturan dari kementrian pelayanan dalam satu hari maksimal 40 orang. Tetapi karena jumlah masyarakat yang mengurus dokumen cukup banyak pihaknya bisa melayani lebih dari jumlah yang sudah di tentukan.

Untuk itu perekaman e-KTP dilakukan di areal halaman parkir, agar masyarakat tidak berdesakan karena area yang cukup luas. Sehingga protokol kesehatan seperti menjaga jarak aman (physical distancing) tetap di jaga.

“Target kita per hari 40, tetapi yang kami layani lebih dari itu. Berdasarkan aturan dari Kementerian tidak boleh terlalu banyak. Satu hari 40 orang, tetapi masih banyak juga masyarakat yang mau cetak tetapi kami sarankan untuk kembali pada keesokan harinya,” tuturnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2020).

Masyarakat diharapkan dapat membawa data diri secara lengkap sehingga segala kepengurusan dokumen dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Masih seperti biasa, masyarakat membawa kartu keluarga, nama harus sesuai dengan dokumen administrasi lainnya. Seperti ijazah, harus sama supaya pada saat pencetakan KTP namanya sudah sama dan sesuai,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap, gugus tugas dapat mengirimkan petugasnya  ke disdukcapil guna mengatur  dan memberikan pemahaman kepada mereka (masyarakat.red), mengingat tenaga di discukcapil terbatas jumlahnya.

“Sesuai dengan aturan dari gugus tugas, memang seyogyanya kami sudah memberikan arahan kepada masyarakat, perihal jaga jagak dan sebagainya. Kami sudah siapkan, tetapi masyarakat masih ada yang kurang peduli dengan aturan itu,” terangnya.

Harry menjelaskan, ada perubahan waktu jam pelayanan dimassa pandemi ini. Pihaknya membuka jam pelayanan dimulai sejak jam 08.00-13.00 WIT.

“Jam pelayanannya agak sedikit molor, biasanya dimulai dari jam 09.00-13.00 WIT. Untuk pelayanan online, sistemnya masyarakat dilakukan perekaman KTP, setelah itu menuju nomor  loket dan memfoto nomor KK. Setelah itu kami akan memberitakan ulang bahwa KTP sudah dicetak kemudian bisa diambil di loket,” bebernya.

Terkait berapa lama waktu pengurusan dokumen, Harry menerangkan, adapun pengurusan e-KTP, KK dan akte kelahiran tidak serta merta dapat langsung dicetak, melainkan menunggu persetujuan dari pusat.

“Kalau untuk KTP prosesnya kalau melakukan perekaman hari ini, kemungkinan besoknya atau dua hari kemudian baru bisa dicetak,” terangnya.

“Kalau KK satu hari, kalau akte kelahiran paling lama dua atau tiga hari. Karena sistem kita tidak seperti dulu yang kepala dinas tanda tangan, kita harus ajukan ke pusat karena menggunakan barkode. Kita tunggu ACC dari pusat, kalau jaringan internet bagus maka hari ini juga dicetak,” imbuh Harry.

Disinggung perihal dokumen pindah datang, khususnya ditengah pandemi saat ini. Harry mengatakan, pihaknya tetap melayani semua pengurusan dokumen. Terkait apakah warga yang pindah atau datang tersebut sudah melakukan rapid test dan lainnya, pihaknya mengaku tidak tahu sebab itu bukan ranahnya, melainkan kewenangan dari Satgas Covid-19.

“Tugas kami hanya mencetak, mengeluarkan. Terkait covid dan lainnya itu sudah ada yang menangani. Kami tetap melayani pengurusan semua dokumen,” seru Harry. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.