Berita UtamaInforialPOLITIK & HUKUM

Bulog Manokwari Rugi Rp40 Miliar Akibat Korupsi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Perum Bulog Subdivisi Regional Manokwari mengalami kerugian hingga mencapai Rp40 miliar akibat korupsi dengan modus sederhana yang dilakukan oleh RH (39). Meski belum ditetapkan sebagai tersangka, namun mantan Kepala Gudang Bulog Manokwari Timur dan Barat itu telah mengakui semua perbuatannya.

“RH memang mengakui tetapi belum kita tetapkan tersangka, dia masih saksi. Kita masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP. Penetapan tersangka kita lakukan setelah auditnya keluar,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Papua Barat Billy Wuisan di Manokwari, Kamis (17/12/2020).

Dijelaskannya, korupsi yang dilakukan RH cukup sederhana, yakni memanipulasi berkas penyaluran beras bulog ke berbagai Satuan Kerja (Satker) di Manokwari. Melalui laporan administrasi fiktif, RH berbuat seolah-olah beras telah disalurkan. Padahal hanya berkasnya saja yang disetorkan, sementara beras sama sekali tidak pernah disalurkan.

Dari administrasi itu RH kemudian melakukan penagihan. Uang yang diterimanya pun masuk ke rekening pribadi. Perbuatan tersebut telah dilancarkannya sejak masih menjabat sebagai Kepala Gudang Bulog wilayah kerja Manokwari Timur dan Manokwari Barat medio 2018 hingga 2019, dengan total kerugian ditaksir mencapai nilai Rp40 miliar.

“Jadi beras tidak pernah keluar gudang. Beras keluar hanya secara administrasi saja. Kemudian, dia lakukan penagihan dan oleh Satker dibayar,” ujar Wuisan. “Soal dia pakai untuk kepentingan pribadi atau tidak, belum bisa dipastikan karena belum ada audit BPKP, tetapi jelasnya dia sudah mengaku, bahwa benar dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya lagi.

Wuisan menuturkan, kasus tersebut masuk ke meja penyidik Kejati Papua Barat lantaran dilaporkan oleh pihak Perum Bulog sendiri, dengan dugaan kerugian saat itu mencapai Rp12 miliar. Kerugian tersebut merupakan hasil audit internal tim Bulog Jakarta dan Jayapura. Namun, setelah penyidik Kejaksaan lakukan penyidikan, kerugian ternyata capai Rp40 miliar.

“Audit internal atas permintaan Kepala Perum Bulog Manokwari yang baru. Saat itu tim audit menemukan kerugian Rp12 miliar, dan RH diminta untuk kembalikan. Tetapi karena tidak sanggup, kasus ini pun dilaporkan,” kata Wuisan.

Terkait kasus ini, pantauan Papua Barat News saat berada di ruang Kepala Seksi Penyidikan Tindak Pindana Khusus, tim penyidik tengah memeriksa tiga orang saksi dari tim auditor internal Perum Bulog Jakarta dan Jayapura. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 18 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.