Bulog Siapkan 300 Ton Beras untuk Bantuan JPS

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Perum Bulog Manokwari menyiapkan sebanyak sekira 300 ton beras berdasarkan permintaan Pemkab Manokwari untuk bantuan jaring pengaman sosial (JPS) kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Kasubdivre Bulog Manokwari, Firman Mando menyebutkan, selain permintaan dari Pemkab Manokwari, pihaknya juga melayani permintaan dari Pemprov Papua Barat guna pendistribusian bantuan serupa (sembako).

“Provinsi 280 ton beras, untuk permintaan dari Kabupaten Manokwari yang sudah masuk sebanyak sebanyak 300 ton. Untuk provinsi masih sementara berjalan, kabupaten juga sementara berjalan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2020).

Sedangkan untuk permintaan gula pasir dari provinsi sebanyak 28 ton, Kabupaten Manokwari sebanyak10 ton. Minyak goreng 28 ribu liter dan Kabupaten Manokwari 32 ribu liter.

“Proses pembeliannya secara langsung, oleh pemerintah ke kami,” jelasnya.

Terpisah, Sekda Manokwari, Aljabar Makatita mengungkapkan, penyaluran bama (sembako) untuk masyarakat di sembilan kelurahan, sebagian besar sudah selesai. Namun pihaknya masih mengalami kendala dalam proses pendistribusian, yakni kurangnya armada sehingga pendistribusian tersebut mengalami keterlambatan.

“Beberapa waktu kita melakukan hering dengan DPR, disampaikan bahwa ada dua kelurahan yang bantuan bama-nya belum lengkap, yaitu beras. Setelah saya cek, ternyata itu dari Kelurahan Sowi dan Kelurahan Amban. Masing-masing ada sekitar satu ton di Kelurahan amban dan 10 ton di Kelurahan Sowi. Saat itu terhambat dengan armada, karena armada yang dipinjamkan merupakan bantuan dari Kodam, Brimob dan saat itu sedang dipakai sehingga penyalurannya mengalami keterlambatan,” terangnya.

“Nanti saya cek kembali apakah sudah terdistribusi atau belum. Kekurangan itu akan tetap disalurkan, dan data tersebut sudah ada di masing-masing RT/RWnya,” imbuh Makatita.

Dikatakan Makatita, hanya item beras saja yang belum semua tersalurkan, sedangkan item yang lainnya sudah (tersalurkan).

“Semua data sudah masuk, termasuk dua kalurahan yaitu Kelurahan Wosi dan Sowi. Semua sudah rampung untuk sembilan kelurahan. Kita berharap setelah adminitrasinya dibenahi, dan membuat laporan kemudian kita masuk pada penyaluran tahap ke dua,” jelasnya.

Adapun bentuan sembako ini telah diprogramkan sampai enam bulan. Dikatakan Makatita, jika ada warga di RT tersebut yang terlewati (belum terdata), maka tidak ada salahnya jika data tersebut dibenahi.

“Menurut saya harus dibanahi lagi (datanya). tetapi jangan dobel, ada yang terima BLT dari pusat kemudian ngotot untuk terima bantuan sembako. Untuk tahap dua dan tahap seterusnya pemutakhiran data masih dimungkinkan. Selama itu benar-benar mereka warga dari RT tersebut dan dianggap tidak mampu,” pungkasnya.(PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: