Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Papua Barat Masih Rendah

MANOKWARI, papuabaratnews.co –  Cakupan vaksinasi Covid-19 di Papua Barat masih sangat rendah. Data terakhir, Minggu (25/7/2021), vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Papua Barat baru menjangkau 211.422 orang atau sekitar 27,2 persen dari target sasaran 777.290 orang.

“Jadi masih tergolong rendah. Karena data dua hari terakhir belum kita dapat. Mudah-mudahan dua hari belakangan ini capaiannya bisa lebih tinggi lagi,” kata Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan kepada awak media di Manokwari, Selasa 27 Juli 2021.

Gubernur Mandacan menerangkan, akselerasi penyuntikan vaksin Covid-19 sangat penting di tengah masih tingginya penularan virus korona baru di Papua Barat. Perluasan cakupan vaksinasi dilakukan dengan mengoptimalkan pola menggelar vaksinasi massal di kelompok-kelompok masyarakat.

“Selain itu pola itu, untuk mempercepat cakupan vaksinasi dilakukan juga serbuan vaksinasi bersama TNI dan Polri,” katanya.

Penyuntikan vaksin secara massal di kelompok-kelompok masyarakat tersebut diharapkan dapat mempercepat pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok.

”Di beberapa tempat, (peserta vaksinasi) selalu membludak. Mudah-mudahan vaksin ini berhasil memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.

Dia menyebutkan, Pemprov Bapua Barat menargetkan cakupan vaksinasi 30 persen pada akhir Juli 2021. Gubernur optimistis target 30 persen itu bisa terwujud dengan mengenjot vaksinasi massal di tengah-tengah masyarakat.

“Kita juga menargetkan pada akhir Agustus 2021 nanti, sudah 50 persen masyarakat kita yang divaksin,” kata dia.

Gubernur menjelaskan, pemberian vaksin oleh pemerintah merupakan langkah perlindungan agar kekebalan tubuh secara pribadi bisa meningkat. Dia berharap masyarakat tidak mempercayai berita-berita hoaks yang sengaja diproduksi dan disebarkan.

“Tidak ada vaksin yang bikin mati, yang bikin mati itu kalau banyak dosa jadi Tuhan panggil,” kata Ketua Umum Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat itu.

Adapun data resmi Satgas Covid-19 Papua Barat melaporkan, hingga Selasa (27/7/2021), jumlah kasus positif Covid-19 di Papua Barat mencapai 17.397 orang. Sementara yang sudah dinyatakan sembuh 13.786 orang. Dari junlah tersebut, diketahui tingkat kesembuhan sebesar 79,2 persen dan yang dinyatakan meninggal akibat Covid-19 sebanyak 270 orang. Warga masih dirawat di sejumlah rumah sakit dan yang sedang menjalani isolasi mandiri sebanyak 3.341 orang.

“Jadi masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti instruksi dan himbauan serta mematuhi protokol kesehatan yang ada,” pungkasnya.

Sosialisasi kurang masif

Sebelumnya, Ombudsman Perwakilan Papua Barat menilai masih rendahnya prosentase cakupan vaksinasi di Papua Barat dikarenakan edukasi dan sosialisasi yang kurang masif.

“Ini menjadi tugas penting Satgas Covid-19. Harus disosialisasikan ke masyarakat apa manfaat yang didapatkan dari penerimaan vaksin bagi tubuh. Kalau tidak dijelaskan, masyarakat akan lebih percaya pada berita hoaks di sosial media,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat Musa Yosep Sombuk, Jumat pekan lalu.

Menurut Musa, selama ini masyarakat yang secara sadar mengikuti program vaksinasi masih sangat sedikit. Kebanyakan mereka adalah para pekerja kantoran yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang manfaat vaksin. Sementara kebanyakan masyarakat terpaksa mengikuti vaksinasi karena tuntutan administrasi yang diterapkan oleh pemerintah.

“Harus diakui bahwa pengetahuan masyarakat tentang manfaat vaksin masih sangat terbatas. Selama ini kebanyakan mereka divaksin karena takut akan sanksi yang bakal diterima,” kata dia.

Satgas Covid-19 merupakan garda terdepan dalam melakukan sosialisasi itu.  Koordinasi dan kerjasama dengan tokoh masyarakat, adat dan agama merupakan salah satu langkah strategis dalam menggalakan sosialisasi dan edukasi manfaat vaksin.

“Jangan hanya bicara soal jumlah kasus saja. Tapi bicara juga soal seberapa maju edukasi yang sudah dijalankan di masyarakat,” sebutnya.

Musa mengatakan, apabila edukasi vaksin tidak digenjot secara serius maka target herd immunity di Papua Barat akan sulit tercapai. (PB25)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 28 Juli 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: