Berita Utama

Calon Presiden dan Nasib Program Unggulan Jokowi

JAKARTA – Peta pemilihan Presiden 2024 makin benderang setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendeklarasikan pencalonan Ganjar Pranowo di Istana Batu Tulis, Bogor, pada Jumat lalu. Gubernur Jawa Tengah itu akan bersaing dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang diusung Koalisi Perubahan—terdiri atas Partai Keadilan Sejahtera (PKS), NasDem, dan Demokrat—serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang kembali diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Dalam acara deklarasi itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada Ganjar agar melanjutkan program-program unggulan pemerintah. “Pemimpin yang baru tentu harus melanjutkan visi bangsa dan program-program unggulan yang telah dicanangkan,” ujarnya.

Gayung bersambut. Ganjar berjanji melanjutkan program Presiden Jokowi bila terpilih sebagai presiden dalam Pemilu 2024. Komitmen tersebut disampaikan saat keduanya berada di pesawat kepresidenan dalam perjalanan kembali dari Bogor menuju Solo, Jawa Tengah.

Selama 50 menit perjalanan itu, Ganjar mendapat banyak cerita dari orang nomor satu di Indonesia tersebut tentang langkah-langkah yang telah dilakukan dalam pembangunan. Dia menuturkan bahwa beliau (Jokowi) bercerita bagaimana melakukan lompatan, akselerasi, dan tentu saja Presiden Jokowi sudah meletakkan fondasi yang kuat. “Satu cerita penghiliran saja sebenarnya bisa menaikkan lompatan ekonomi yang sangat besar. Dan saya harus menjaga, harus kita jaga, harus kita lanjutkan,” ujar Ganjar.

Tak cuma Ganjar, dukungan terhadap program Jokowi, termasuk proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), juga disampaikan oleh kubu calon presiden lainnya. Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, memastikan Koalisi Perubahan dan Anies Baswedan akan melanjutkan pembangunan IKN. Dia beralasan, proyek berbiaya Rp 466 triliun itu harus tetap dikerjakan lantaran sudah disokong undang-undang. “Segala yang berbasis undang-undang tentu akan dilanjutkan. Bukan hanya oleh Anies, tapi juga oleh siapa pun yang terpilih menjadi presiden,” katanya pada akhir Februari lalu.

Di bulan yang sama, pernyataan sejenis dilontarkan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Dia menyebutkan Prabowo akan melanjutkan pembangunan IKN yang infrastruktur dasarnya sudah mulai digarap sejak 2022. Muzani bahkan meminta kader Gerindra menjadikan Kalimantan Tengah sebagai basis dukungan Prabowo dalam pemilihan umum tahun depan. “Apabila Prabowo diberi kesempatan memimpin Indonesia pada 2024, kebijakan pembangunan akan dilanjutkan, termasuk IKN.”

Mencari Figur yang Satu Visi

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan Jokowi terdesak mencari figur penerus yang bisa menjamin kelangsungan proyek-proyek jumbo. Kepastian soal figur tersebut krusial bagi para investor kakap. “Karena investor sedang cemas serta wait and see. Kalau pemenang pemilu berbeda visi dengan Jokowi, proyek terancam mangkrak dan imbasnya ke mana-mana,” kata dia, kemarin.

IKN bukan satu-satunya proyek mercusuar yang membutuhkan kestabilan aliran dana. Menurut Bhima, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pun menjadi pertaruhan citra Jokowi menjelang akhir masa jabatannya. Biaya investasi kereta cepat yang awalnya sebesar US$ 6,071 miliar membengkak US$ 1,2 miliar. Pemerintah saat ini sedang menegosiasikan tingkat suku bunga bagi pinjaman baru China Development Bank (CDB)—kreditor yang menalangi mayoritas dana proyek ini. CDB menginginkan suku bunga 4 persen, sedangkan Indonesia berkukuh 2 persen. Kereta cepat ditargetkan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2023.

Satu lagi proyek besar Jokowi yang mulai bermasalah adalah pembangunan lumbung pangan alias food estate di berbagai daerah, seperti Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap program lumbung pangan 2020-2021 menemukan seabrek masalah pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Auditor mengungkap pula potensi pemborosan anggaran senilai total ratusan miliar rupiah. Selain itu, ditemukan banyaknya lahan lumbung pangan yang terbengkalai dan tidak berproduksi optimal.

Menurut Bhima, lewat figur baru yang memiliki visi sejalan dengannya, Jokowi ingin memastikan penyelesaian proyek-proyek tersebut. “Harus ada warisan agar Jokowi disebut sukses menjadi bapak infrastruktur,” katanya. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.