Berita UtamaInforial

Capaian Vaksinasi Nakes Masih Jauh dari Target

  • Pemerintah Gelar Vaksinasi Massal

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Program vaksinasi Covid-19 petugas kesehatan (nakes) di Indonesia ditargetkan selesai pada akhir Februari 2021. Namun, terhitung sejak dimulainya proses vaksinasi pada 14 Januari lalu, angka mencapai target itu belum mencapai setengahnya yang mendapatkan dosis pertama.

Padahal, terhitung 28 Januari 2021 lalu, pemerintah sudah memulai proses penyuntikan dosis kedua vaksin corona produksi Sinovac tersebut untuk kelompok prioritas.

Merujuk pada data Satgas Covid-19, dari 1.531.907 target nakes tervaksinasi, per 2 Februari 2021 setidaknya baru 596.260 orang yang mendapat vaksin Covid-19 dosis pertama. Untuk dosis kedua, jauh lebih sedikit, yakni baru 51.999 orang nakes.

Salah satu upaya untuk mempercepat capaian vaksinasi 1,5 juta nakes adalah pemerintah menggelar vaksinasi massal bagi nakes, sekaligus sebagai persiapan untuk pelaksanaan vaksinasi tahap berikutnya.

“Kita upayakan di akhir Februari vaksinasi untuk 1,5 juta tenaga kesehatan sudah harus selesai,” ujar Direktur Kesehatan Jiwa pada Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI Siti Khalimah kepada awak media saat menghadiri kegiatan vaksinasi massal kepada nakes di Puskesmas Sanggeng, Manokwari, Kamis (4/2/2021).

Dia mengatakan, berdasarkan target yang direncanakan, pihaknya akan melakukan pelaksanaan vaksinasi kepada kelompok kedua yaitu pelayan publik seperti TNI/Polri, ASN dan Tenaga Pelayanan publik lainnya pada awal Maret 2021 yang akan datang. Target pencapaian tersebut diharapkan bisa terwujud karena kelompok penerima vaksin tahap kedua akan lebih banyak dari tenaga kesehatan yang sudah terlayani.

“Kelompok kedua ini jumlahnya jauh lebih banyak,” kata dia.

Selanjutnya, pihaknya merencanakan pelayanan vaksinasi kepada kelompok-kelompok khusus akan dilaksanakan mulai awal atau pertengahan Mei 2021. Sehingga sebelum tahun 2021 berakhir seluruh rakyat Indonesia sudah mendapatkan imunisasi vaksin tersebut.

“Supaya bisa tercapai kekebalan bersama atau herd immunity,” terang Siti Khalimah.

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan kekebalan bersama atau herd immunity  minimal 70 persen dari masyarakat Indonesia sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Jika tidak maka penularan akan terus berlanjut.

“Ini yang menjadi ikhtiar kita,” lanjut dia.

Dirinya menyebutkan, data yang diperoleh dari badan kesehatan dunia WHO selama tiga minggu belakangan kasus penularan Covid-19 di seluruh dunia sudah menujukkan tren penurunan. Hal tersebut bisa jadi diakibatkan oleh adanya vaksinasi yang juga dilakukan di negara-negara lain.

“Kita berharap di Indonesia juga dengan adanya vaksinasi ini bisa membuat penurunan tren infeksi virus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan mengatakan, kegiatan vaksinasi massal di Papua Barat pada hari yang sama dilakukan di Manokwari dan Kota Sorong. Pelayanan di Manokwari terpusat di Puskesmas Sanggeng. Sedangkan untuk wilayah Kota Sorong, kegiatannya dilakukan secara terpusat di Politeknik Kesehatan Sorong.

“Untuk daerah yang lain akan menyusul. Nanti kita koordinasikan dengan pemerintah setempat,” ujarnya.

Menurut dia, upaya percepatan tersebut dilakukan agar seluruh Nakes di Papua Barat yang sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) bisa segera terlayani. Jumlah nakes yang terdaftar saat ini mencapai 10.882 orang.

“Cepat selesai terlayani supaya kelompok berikutnya bisa segera terlayani. Termasuk teman-teman wartawan,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 8 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.