Berita Utama

Catatan Belanja Mortir Pejaten di Serbia

JAKARTA – Dokumen setebal enam halaman diterbitkan Conflict Armament Research (CAR), organisasi pemantau senjata yang berbasis di London, Inggris. Dokumen itu mencatat pengiriman sebanyak 2.480 peluru mortir ke Indonesia pada medio Oktober 2020. Ribuan mortir tersebut dikirim Krušik Holding Corporation, perusahaan senjata dan amunisi militer di Serbia, kepada korporasi pelat merah Indonesia, PT Pindad (Persero). Di dalamnya tercatat Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai pengguna akhir senjata berdaya ledak tinggi tersebut.

Setahun setelah pengiriman, berlangsung serbuan militer Indonesia berbekal mortir. Pada 10 Oktober 2021, Tentara Nasional Indonesia disebut-sebut menjatuhkan bom mortir yang menghancurkan lebih dari empat desa di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. “Waktu itu memang terjadi operasi besar-besaran TNI menyerang kelompok kami,” kata Ketua Umum Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Jeffrey Bomanak dilansir Tempo, Senin (6/6/2022).

Penyerbuan TNI bermula ketika munculnya insiden pembakaran fasilitas kesehatan pada 13 September 2021 di Distrik Kiwirok. TPNPB OPM disinyalir membantai sejumlah tenaga kesehatan yang sedang bertugas. Hampir sebulan kemudian, pasukan militer mengirim beberapa helikopter pada malam hari. Mereka menjatuhkan belasan amunisi mortir 81 mm M72 high-explosive hingga mengakibatkan empat desa di distrik tersebut hancur.

Kabar ini lantas meluas di Papua dan Jakarta. Media lokal dan nasional ramai memberitakan pengeboman tersebut, meski otoritas Kepolisian Daerah Papua ataupun TNI tak bisa sekali pun dimintai konfirmasi. Beberapa komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sempat hendak menyelidiki, tapi batal karena tidak bisa masuk ke lokasi pengeboman. Mereka menyatakan tak tersedia penerbangan ke Distrik Kiwirok.

Kasus ini masuk ke Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui sejumlah pegiat hak asasi manusia di Papua. Mereka lantas menerbitkan permohonan klarifikasi kepada Indonesia. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Diplomatik TPNPB OPM, Akouboo Amatus Douw, juga mengirim surat kepada mantan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, untuk meminta perlindungan kemanusiaan.

Akouboo mendapat balasan dari Morrison yang menyatakan bahwa Australia bakal mendorong perdamaian di Papua. Morrison juga berjanji bakal mendesak pemerintah Indonesia untuk memperkenankan pelapor khusus masuk Papua. Sejumlah organisasi sipil lantas mengirim laporan kepada CAR atas insiden penyerangan tersebut.

Penyelenggara proyek West Papua di Universitas Wollongong, Australia, Jim Elmslie, menyebutkan bahwa serangan mortir di wilayah sipil Papua merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Karena itu, ia bersama sejumlah peneliti menyerahkan hasil laporan CAR ke Komisi Kemanusiaan PBB pada April lalu. “Jelas bahwa mortir ini merupakan senjata ofensif yang digunakan di wilayah sipil,” kata Elmslie, seperti dikutip dari laporan Reuters.

Dalam laporan CAR dibeberkan bahwa 15 amunisi mortir yang dijatuhkan di Distrik Kiwirok merupakan buatan Krušik, Serbia. Hal ini juga telah dikonfirmasi Krušik kepada CAR dengan menyatakan bahwa mortir jenis M72 HE dengan nomor los/batch KV Lot 01/20 diproduksi pada 2020 dan dikirim kepada PT Pindad atas permintaan BIN. Pengiriman ke Indonesia dilakukan melalui Smicon Trading DMCC, perusahaan yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 23 Februari 2021.

Jumlah amunisi mortir yang dikirim mencapai 2.480 peluru, ditambah 3.000 inisiator elektronik, dan tiga perangkat pengatur waktu. Senjata tempur tersebut dikirim kepada PT Pindad untuk kemudian diserahkan kepada Badan Intelijen Negara disertai dengan sertifikat bernomor R-540/XX/2020 tertanggal 6 Oktober 2020. “Pengguna akhir amunisi dinyatakan adalah Badan Intelijen Negara,” demikian laporan CAR yang diterbitkan pada 17 Maret 2022.

Namun penyelidikan CAR tidak menemukan adanya permintaan biaya materi dari pengiriman mortir kepada BIN. CAR juga mendapati bahwa amunisi mortir tidak ditembakkan menggunakan mesin pelontar, melainkan dijatuhkan ke target setelah sebelumnya mortir mengalami modifikasi pemantik ledak. CAR juga melampirkan bukti sejumlah gambar amunisi mortir yang gagal meledak karena pemicunya gagal terpantik.

Juru bicara BIN, Wawan Purnomo, belum bisa dimintai konfirmasi ihwal tuduhan penggunaan senjata tempur oleh lembaga telik sandi ini. Adapun Panglima Komando Daerah Militer Cenderawasih, Mayor Jenderal Ignatius Yogo Triyono, kepada majalah Tempo edisi 13 November 2022 membenarkan bahwa pasukannya dibekali peluncur roket. “Ada roket yang tak meledak, dan itu diambil mereka,” kata dia.

Yogo menyatakan penggunaan peluncur roket diperlukan karena kondisi medan Papua sangat terjal. Pasukan TNI juga hendak memberikan efek kejut kepada kombatan yang bersembunyi di hutan. Namun Yogo membantah jika dikatakan militer mengebom permukiman. Dia menegaskan, prajuritnya selektif memilih target serangan. Ihwal insiden di Kiwirok, hal itu terjadi lantaran kelompok TPNPB OPM pimpinan Lamek Taplo memulai serangan lebih dulu.

Adapun anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarsyah Fikarno, mengatakan baru mengetahui adanya tuduhan penggunaan mortir oleh BIN di Papua. Komisi DPR yang membidangi masalah keamanan ini berencana menanyakan hal tersebut dalam rapat dengan BIN. “Akan kami bahas di kesempatan pertama sidang,” ucap Dave.

Komisioner Komnas HAM, Amiruddin, menyatakan bahwa lembaganya memang sempat menyelidiki dugaan pengeboman di Distrik Kiwirok pada tahun lalu. Namun penyelidikan itu terhenti ketika timnya gagal masuk ke distrik tersebut dengan alasan terhentinya penerbangan dari Pegunungan Bintang ke Distrik Kiwirok. “Kami enggak bisa sampai karena enggak ada sarana transportasi,” tutur dia.

Amiruddin enggan berkomentar banyak soal temuan CAR dan perihal dugaan keterlibatan BIN dalam penggunaan mortir asal Serbia tersebut. Menurut dia, laporan itu menjadi tanggung jawab BIN untuk menjawab tuduhan pembelian mortir dari Serbia. (TEM/REU/PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.