Berita Utama

Celah Bocor Baju Bekas

JAKARTA – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, mengatakan barang-barang ilegal ini masuk lewat beberapa celah. Salah satunya melalui kapal-kapal yang melintasi wilayah Batam dan Kepulauan Riau. Kebanyakan transaksi tersebut terjadi di pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan rakyat.

Dalam beberapa kasus, penyelundup memanfaatkan tenaga kerja Indonesia yang kembali ke Tanah Air lewat jalur laut. “Mereka diminta membawa banyak koper yang nanti diisi pakaian bekas,” kata Askolani.

Modus ini sering ditemui di wilayah pesisir timur Sumatera serta perairan Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat.

Penyelundupan via darat juga terjadi. Cara ini, menurut Askolani, kerap ditemukan di perbatasan sekitar Kalimantan dan Nusa Tenggara. Modusnya dengan menyembunyikan bal ke dalam bagasi kendaraan. “Penyelundup menggunakan jalur-jalur tikus yang melewati hutan agar tidak terdeteksi oleh petugas.”

Askolani menyatakan pihaknya bakal bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk menutup celah masuknya pakaian impor bekas. Selain itu, Ditjen Bea dan Cukai bakal meningkatkan kualitas serta kuantitas pengawasan, antara lain dengan mengoptimalkan armada pengawasan di laut dan darat.

Tahun lalu, Bea-Cukai melakukan 234 penindakan dengan menyita 6.177 bal pakaian. Sementara itu, hingga Februari lalu, mereka melakukan 44 penindakan dengan total 1.700 bal. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.