Berita Utama

DAP Sebut Penerimaan Casis Polri di Raja Ampat tak Sesuai Harapan

MANOKWARI, PB News – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Raja Ampat, Mananwir Paul Finsen Mayor menyesalkan banyaknya anak asli Papua yang tidak lulus seleksi penerimaan Calon Siswa (Casis) Polri yang dilaksanakan Sub Panda Polda Papua Barat di Waisai.

Melalui press releasenya yang diterima Papua Barat News, Rabu (18/4), Finsen Mayor mengatakan, kepanitiaan yang ada di  Polres Raja Ampat seharusnya memperhatikan keberpihakan terhadap orang asli Papua (OAP) dalam proses perekrutan.

“Jangan sepelehkan bagian ini, sebab ini adalah perintah negara yang wajib hukumnya dijalankan oleh seluruh pihak di bangsa ini. Dewan Adat Raja Ampat mengingatkan panitia seleksi Casis di Raja Ampat agar menghargai hak kekhususan yang dimiliki oleh OAP. Sebenarnya pihak kepolisian harus bangga kali ini banyak anak-anak adat Papua yang tertarik masuk Polisi,” kata Paul.

“Kenapa harus tidak diloloskan? Saya heran sekali, ada apa ini?” tanya Dia

Sehubungan persoalan itu, DAP Wilayah Raja Ampat mendesak Polres Raja Ampat untuk meninjau kembali dan mengakomodir anak asli Papua yang tidak diloloskan.

“Jangan paksa keadaan untuk mengakomodir yang lain, sembari tidak mengakomodir anak anak adat, sebab mereka harus menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegasnya.

Informasi yang diterima Koran ini, sebanyak 36 peserta dinyatakan lulus dalam tes psikologi pada seleksi calon anggota Polri yang dilaksanakan di Raja Ampat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono, Rabu (18/4) mengatakan, pada seleksi calon sisiwa Polri yang dilaksanakan sub panitia daerah di Raja Ampat diikuti sebanyak 84 peserta. “36 orang lulus, 48 orang gugur karena tidak memenuhi syarat,” kata Hary.

Ia menyebutkan, penerimaan anggota Polri tahun 2018 ini Polda Papua Barat mendapat kuota Bintara sebanyak 250. Dari jumlah tersebut 10 persen (25) dikhususnya bagi putra-putri asli Papua dari pulau-pulau terluar.

Sub panitia daerah yang dibentuk di Raja Ampat, kata dia, bertujuan untuk merekrut putra-putri terbaik di daerah tersebut untuk berkarir sebagai anggota Polri. “Kemampuan fisik anak-anak kepulauan cukup bagus, termasuk Raja Ampat. Disana kita buka secara khusus untuk memberi kesempatan lebih besar bagi anak-anak Raja Ampat,” kata dia.

Panitia Daerah di tingkat Polda sendiri,lanjutnya saat ini juga sedang melaksanakan tahapan serupa, yakni tes psikologi yang digelar secara terpusat di Manokwari.

Seleksi peserta umum di Manokwari diikuti sebanyak 462 orang dengan hasil 247 dinyatakan lulus dan 215 sisnya tidak memenuhi syarat.

Sementara hasil tes psikologi casis Bintara putra daerah diikuti 291 peserta (199 laki-laki dan 92 wanita). Hasilnya, 135 memenuhi syarat dengan rincian 86 laki-laki dan 49 wanita, tidak memenuhi syarat sebanyak 156 orang dengan rincian 113 laki-laki dan 43 wanita.

Hary menyebutkan, seleksi casis Bintara berikutnya akan dilaksanakan pada 23 April hingga 4 Mei 2018. Para peserta yang lulus psikologi akan menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Untuk hasil tes psikologi calon taruna Akpol (Akademi Kepolisian) telah diumumkan pada Selasa 17 April. Dari 61 peserta hanya 28 orang yang memenuhi syarat.  Pemeriksaan kesehatan bagi mereka akan dilaksanakan pada 20 sampai 22 April,” pungkasnya. (PB7)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.