Berita Utama

Deflasi Dipengaruhi Turunnya Daya Beli Masyarakat

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pada bulan September 2020, Kabupaten Manokwari mengalami deflasi sebesar 0,63 persen. Dikarenakan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada lima kelompok pengeluaran, yakni kelompok transportasi, kelompok makanan, kelompok perlengkapan, kelompok perumahan dan kelompok pakaian.

Kepala BPS Manokwari, Mustamir menuturkan, kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi pada Agustus lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,49 persen. Dimana daya beli masyarakat cenderung turun pada September sehingga mengalami deflasi dan cenderung stabil pada bulan Agustus.

“Sedangkan untuk bulan September beda lagi, berbanding terbalik pada keadaan bulan Agustus. Pada bulan September mengalami deflasi sebesar 0,63 persen. Rata-rata semua harga menurun,” tuturnya, Kamis (1/10/2020).

Adapun sumbangan terbesar inflasi terbesar dari kelompok transportasi  sebesar 1,85 persen, disusul oleh kelompok pengeluaran makanan dan minuman.

“Hal tersebut menandakan bahwa sesungguhnya daya beli kita semakin berkurang, orang tidak lagi banyak berbelanja sehingga harga menurun,” ungkapnya.

Dikatakan Mustamir, kemampuan daya beli masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap deflasi.

“Untuk kesejahteraan masih stabil, hanya daya beli masyarakat  yang berkurang sehingga harganya turun. Inflasi secara umum sebenarnya tidak mempengaruhi daya beli masyarakat, jika konsumsi menurun maka harga juga akan mengikuti,” jelasnya.

Lanjut Mustamir, inflasi yang terjadi pada Agustus lalu tidak berpengaruh pada kemampuan daya beli masyarakat. Menurutnya, kemampuan daya beli masih cenderung stabil.

“Orang berfikir bahwa inflasi ini sesuatu yang tidak bagus, tetapi sesungguhnya gairah ekonomi itu ada disitu. Karena inflasi membuat semangat untuk berusaha dan daya beli masyarakat itu besar, yang penting harganya kita jaga jangan sampai melebihi batas,” lanjutnya.

Inflasi di Kabupaten Manokwari pada Agustus 2020 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada semua kelompok pengeluaran.

“Rata-rata semua mengalami inflasi pada Agustus. Inflasi pertama itu disumbang oleh sektor kelompok pengeluaran di pendidikan inflasi sebesar 3,54 persen, dan kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,16 persen,” tandasnya. (PB19)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 2 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.