Berita Utama

Demo Warga Asal Kaimana Tuntut Keadilan Bagi Asraruddin Keliobas

MANOKWARI, PB News – Puluhan warga asal Kabupaten Kaimana yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Seram Bagian Timur (SBT) melakukan demonstrasi di kantor Pengadilan Negeri Manokwar, Kamis (19/4) sekitar pukul 12.30 WP.

Aksi puluhan warga  tersebut menuntut keadilan terhadap terdakwa Asraruddin Keliobas yang diyakini tak bersalah dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pelabuhan laut di Kabupaten Kaimana.

Asraruddin Keliobas merupakan salah satu kontraktor yang saat ini menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Manokwari dan akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Manokwari.

“Kami butuh transparansi dan keterbukaan, sehingga semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab terkait dengan prosedur penegakkan hukum yang tidak jelas yang diambil alih oleh Kejaksaan Agung. Dermaga itu sudah selesai, saya sendiri saksikan dermaga itu sudah difungsikan atau sudah dipakai masyarakat setempat,” ujar Koordinator Aksi, Paulus Weay kepada Papua Barat News

Menurut Paulus Weay, masyarakat justru dibuat bingung dengan persoalan yang muncul terkait dengan alasan Kejaksaan yang pempersoalkan proses pembangunan penggunan jembatan laut yang ada di Kaimana dengan alasan pemancangan tiang dermaga goyang.

“Kalau memang tiangnya goyang kenapa dipergunakan dan juga kalau memang jadi persoalan sementara ditutup dulu jangan dipergunakan supaya tidak jadi persoalan yang aneh,” ujarnya.

Selain itu pria yang memimpin aksi massa itu menilai ada setingan yang sengaja dilakukan pihak tertentu yang sengaja dimainkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab dan mengatasnamakan masyarakat terkait dengan proyek pembangunan  dermaga tersebut.

“Kami bingung, aneh saja menurut saya, bagaimana tidak  mereka mengatasnamakan masyarakat Kaimana bahwa pekerjaan disana tidak sesuai sehingga masyarakat menolak. Mereka mengirim surat melalui mantan ketua DPR Kaimana dengan maksud untuk memindahkan Marten Kaiba mantan kepala pelabuhan Kaimana,” ungkap Weay.

Selanjutnya, ujar Weay, terkait perihal penyitaan aset yang dilakukan oleh Kejaksaan, pihaknya juga menilainya ada kejanggalan.

“Saya sendiri bingung lembaga tinggi negara menyita aset kemudian tidak dilindungi, dibiarkan saja. Aset berupa 2 buah spit, 1 buah trek dan 1 mobil inova. Surat sita ini tidak diketahui oleh pemilik yang tanda tangan surat ini adalah orang lain mohon maaf saya sebut namanya Udin. Kemudian aset ini dipergunakan untuk kepentingan sendiri ini kan lucu,” cetusnya.

Pantauan Koran ini, puluhan warga itu membawa spanduk yang berisikan sejumlah pernyataan sikap. Mereka menuntut beberapa nama atau saksi yang terlibat dalam kasus pembangunan pelabuhan laut Kaimana tersebut ikut dihadirkan. Yakni, Arifin, Fredi Kaibus, Hento, Welem Rumaseuw dan Konsultan.

“Kami minta saksi-saksi ini dihadirkan dalam sidang berikut,” kata salah satu massa aksi.

Sementara itu, juru bicara PN Manokwari, Rodesman Aryanto yang menemui warga mencoba menyikapi aspirasi mereka dengan menjelaskan bahwa pada prinsipnya Pengadilan Negeri Manokwari akan mengadili perkara tersebut sesuai ketentuan dan prosedur yang diatur oleh UU.

“Perkara ini akan diproses sesuai UU yang berlaku. Karena itu kami minta warga bisa menjaga ketenangan dan keamanan supaya sidang bisa dimulai,” ucap Rodesman.

Perwakilan massa pun dijinkan untuk mengikuti jalannya sidang perdana terdakwa Asraruddin Keliobas. Namun dalam sidang tersebut terdakwa hanya diwakili oleh kuasa hukumnya. (PB17)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.