Berita Utama

DKPP Tolak Gugatan ROMANSA

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia menyatakan menolak untuk seluruhnya atas pengaduan yang disampaikan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Ronald Mambiew – Reineke Exonia Musa (ROMANSA) dalam aduan pelanggaran kode etik terhadap KPU Manokwari.

Ketua DKPP Republik Indonesia Muhammad melalui salinan putusan sidang yang diterima Papua Barat News menyatakan, pihaknya telah memberikan penilaian atas fakta dalam persidangan serta melakukan pemeriksaan keterangan pengadu dan memeriksa dan mendengar jawaban para teradu yang disampaikan dalam persidangan.

“Selain itu, DKPP juga memeriksa bukti-bukti dokumen yang disampaikan pengadu dan para teradu, memeriksa dan mendengar keterangan saksi pihak terkait, serta mendengar keterangan pihak terkait,” ungkapnya dalam putusan tersebut.

Dikatakannya, berdasarkan seluruh proses yang telah dijalankan maka DKPP menyimpulkan bahwa pihaknya berwenang mengadili pengaduan pengadu. Pihak pengadu juga memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo. Sedangkan Teradu I, Teradu II, Teradu III, Teradu IV, dan Teradu V tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Berdasarkan pertimbangan dan kesimpulan tersebut maka DKPP menyampaikan beberapa keputusan. Pertama, menolak pengaduan Pengadu untuk seluruhnya. Kedua, merehabilitasi nama baik Teradu I Abdul Muin Salewe selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kabupaten Manokwari, Teradu II Aplena A.L. Rumaikewi, Teradu III Herry Lolo, Teradu IV Fahry Rafli, dan Teradu V Frantiano Rahawarin, masing-masing selaku Anggota KPU Kabupaten Manokwari terhitung sejak Putusan dibacakan.

Ketiga, memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan sidang paling lama 7 (tujuh) hari sejak putusan dibacakan.

Keempat, memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi pelaksanaan putusan tersebut.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno oleh 7 anggota DKPP yang disiarkan secara langsung dari ruang sidang melalui akun Facebook milik DKPP dan menghadirkan pihak pengadu dan teradu secara virtual pada Rabu (4/11/2020) pukul 09.00 WIB. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 5 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.