DLH Kirim Dua Teknisi Refrigerasi Ikut Pelatihan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari mengirim dua teknisi untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi bagi teknisi refrigerasi dan teknisi tata udara.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Yohanes Ada Lebang menjelaskan, berdasarkan Data KLHK, sebanyak 1.500 orang teknisi yang terdaftar dan sebagian besar belum memiliki sertifikasi kompetensi, dan belum tersebar ke seluruh Indonesia.

Untuk Kabupaten Manokwari, dari sekitar 20-an teknisi refrigerasi hanya satu orang saja yang telah tersertifikasi. Sementara derasnya tuntutan pekerjaan pemasangan dan penggunaan unit Air Conditioner (AC) residensial di rumah tangga, pemerintahan maupun dunia usaha semakin meningkat setiap tahunnya serta kebutuhan peralatan pendingin akan semakin meningkat di masa depan, maka akan makin meningkat pula kebutuhan teknisi refrigerasi untuk memasang dan merawat AC.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja kompeten dan unggul di bidangnya dan terciptanya teknisi refrigerasi yang kompeten akan mendorong penguatan daya saing tenaga kerja Indonesia, khususnya yang berada di Manokwari dalam hal penyedia jasa harus didukung oleh tenaga teknis yang kompeten,” jelas Lebang Jumat (3/7/2020).

Lebang menjelaskan, jika tidak ditangani oleh yang tidak berkompeten, maka bahan refrigerant yang berbahaya bagi lingkungan ini bisa terlepas ke udara dan akan berpengaruh terhadap lapisan ozon. Sehingga  berpengaruhnya terhadap kesehatan manusia, salah satunya penyakit kanker kulit, pertumbuhan gizi anak, ibu hamil, dan pengaruh terhadap pertanian, serta perikanan sangat berbahaya.

Sehingga melalui Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati bekerjasama dengan pengurus ASISI (Asosiasi Teknisi Refrigerasi dan Tata Udara Indonesia) wilayah Manokwari, mengirim dua orang teknisi yang bergabung secara nasional dari total peserta sebanyak 40 orang, secara bertahap.

Kegiatan pelatihan tersebut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Sub Direktorat Pengendalian Bahan Perusak Ozon (BPO), Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengendalian Perubahan Iklim.

“Pelatihan yang dilakukan secara online tersebut dilaksanakan pada tanggal 25 Juni lalu pada jenjang pertama dari lima jenjang yang akan diikuti,  termasuk praktek dan berakhir dengan uji kompetensi dan jika berhasil kompetensi peserta akan  dilakukan sertifikasi secara nasional,” terang Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Yohanes Ada Lebang, Jumat (3/7/2020).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi  kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya Sub Direktorat Pengendalian Bahan Perusak Ozon (BPO), Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengendalian Perubahan Iklim, atas komitmen, dukungan penuh, sinergitas dan kolaborasi saat ini hingga tahun-tahun selanjutnya kegiatan serupa dan kegiatan lainnya yang dapat sampai ke daerah ditingkatkan,” ungkapnya.

Selain itu dukungan dan kerja sama antara masyarakat dan ASISI Wilayah Manokwari atas upaya yang telah dilakukan secara bersama-sama sangat penting untuk pengurangan dan pelarangan bahan perusak ozon mengingat dampak buruknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Untuk itu, kata Lebang, perlunya mewujudkan standarisasi kompetensi teknisi untuk mengikuti perkembangan teknologi di sektor refrigerasi dan tata udara yang memerlukan kompetensi spesifik dalam tata kerjanya.

Sehingga standarisasi kompetensi (sertifikasi) para teknisi  refrigerasi ini dapat menjawab tantangan dalam mengatasi persoalan pengangguran, menciptakan pasar tenaga kerja global yang lebih kompetitif. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: