Berita Utama

DLH Tinjau Pengelolaan IPAL Domestik UL-PLTD Sanggeng

MANOKWARI, papuabaratnews.co Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manokwari melalui bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati melakukan verifikasi teknis pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) cair domestik di UL-PLTD Sanggeng, Kamis (7/1/2021).

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Yohanes Ada’ Lebang menjelaskan, sudah ada standar terkait dengan pencemaran lingkungan hidup, salah satunya IPAL cair domestik, mengingat ada aktivitas karyawan di UL-PLTD. Artinya jika ada aktivitas karyawan yang dilakukan setiap hari maka akan ada limbah cair domestik, entah itu dari cucian bekas makan, kamar mandi dan aktivitas lainnya yang menggunakan detergen.

“Yang kita antisipasi adalah limbah detergen. Disamping itu adanya aktivitas buangan lain seperti black water atau tinja. Sudah diwajibkan berdasarkan baku mutu limbah cair domestik yakni Permen No. 68 Tahun 2016 menganjurkan harus ada baku mutu standar untuk limbah domestik dan hukumnya wajib,” jelasnya.

Dikatakan Lebang, berdasarkan pengawasan tahun lalu UL-PLTD belum memiliki IPAL cair domestik, sementara ada aktivitas karyawan.

“Jadi masih dicampur antara limpasan air hujan  yang sudah tercampur dengan oli, bagaimana kita bisa pastikan kalau limbah cair domestik dari kamar mandi tercampur dengan limpasan air hujan, setelah itu keluar di oli trap dan keluar ke badan air. Ini menjadi persoalan, karena tidak bisa digabung dan harus dipisah karena kandungan minyak dan detergen itu berbeda,” terangnya.

Pihaknya mengapresiasi respon positif UL-PLTD karena telah membuat IPAL cair domestik.  Diakui Lebang UL-PLTD telah menindaklanjuti serius dan merupakan sesuatu yang luar biasa serta dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan yang lain.

“Penghargaan ini tentunya akan kita lihat lagi kinerjanya kedepan, semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan untuk pengelolaan lingkungan dan semakin banyak perusahaan yang sadar dan bertanggung jawab untuk mengelola lingkungan. Kita akan bergerilya untuk melihat perusahaan lain yang blum memiliki IPAL untuk kita dorong kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager UL-PLTD Manokwari, M. Farid Wajedin menjelaskan, untuk pengolahan air limbah di UL-PLTD, berdasarkan rekomendasi DLH kabupaten, yakni untuk membuat IPAL, dan sudah dibuat, sesuai usulan dari DLH pada saat kunjungan sekitar bulan Mei lalu, yakni pemisahan black water dan green water.

“Alhamdulillah dari rekomendasi itu, mendapat respon baik juga dari managemen Jayapura. Karena bagian dari untuk mendapat proper biru. Akhirnya pembangunan IPAL mulai dibuat di bulan Desember 2020 kemarin,” jelasnya.

Selanjutnya pihaknya masih menunggu untuk pengambilan sampel limbah cair domestik oleh pihak DLH dan PPLH Unipa. Guna mengetahui apakah IPAL tersebut layak direkomendasikan untuk memiliki ijin atau tidak.

Adapun limbah cair yang tertampung dalam IPAL tersebut berasal dari air limbah cuci tangan dan kamar mandi. Sedangkan untuk limbah dari mesin setiap tiga bulan ada transportir untuk mengangkut ke Surabaya. Sudah ada kontrak untuk pengambilan libah B3 cairnya dari mesin PLTD setiap tiga bulan.

“Paling lambat sampai enam bulan. Dipastikan limbah dari PLTD Sanggeng tidak ada yang terbuang ke lingkungan. Karena menjaga lingkungan hidup itu dari kita untuk kita. Kalaupun ada limbah yang tercecer, akan di treatment lagi untuk memastikan,” tutupnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 8 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.