Berita Utama

Dominggus Larang Nelayan Gunakan Dopis

MANOKWARI, PB News – Pemerintah Provinsi Papua Barat mendukung larangan penggunaan bahan peledak atau dopis untuk menangkap ikan. Larangan ini dimaksudkan agar tidak berdampak buruk pada ekosistem di perairan Papua Barat.

Larangan ini disampaikan Gubernur Papua Barat, Domingus Mandacan  usai mengikuti ibadah Paskah II Lingkungan V Klasis GKI Manokwari di Kampung Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Senin (2/4).

“Alam yang sudah diberikan oleh Tuhan harus kita jaga, lidungi dan pelihara dengan baik. Selain merusak terumbu karang, menangkap ikan dengan menggunakan bom bisa dipidanakan,” ujar Dominggus.

Menurut Dominggus, menangkap ikan dengan memakai bom atau bahan kimia lainnya hanya akan merusak rusak terumbu karang dan biota laut lainnya.

“Ini akan mengakibatkan potensi ikan berkurang karena turumbu karang yang menjadi tempat tinggal ikan telah hancur. Jika habitat ikan rusak dan potensi ikan berkurang, maka  hasil tangkapan nelayan juga akan berkurang,” jelasnya.

Karena itu, Dominggus mengimbau para nelayan dan masyarakat yang tinggal di pesisir untuk menggunakan peralatan tradisional saat menangkap ikan .

Tidak berhenti disitu, Dominggus juga meminta pihak kepolisian untuk menggalakkan patroli laut untuk memantau aktivitas nelayan, terutama menindak mereka yang masih menggunakan bom atau dopis untuk menangkap ikan.

“Polres hendaknya gencar melakukan patrol laut. Apalagi sudah ada speed baru yang belum lama ini Pemprov melalui Dinas Perhubungan hibahkan kepada Sat Pol Airud Polres Manokwari. Jangan sampai ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mencari ikan dengan menggunakan bom,” tegasnya.

Dominggus juga meminta OPD terkait agar apatis melihat permasalahan tersebut, tetapi harus terus berupaya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan nelayan agar tidak lagi menangkap ikan dengan menggunakan dopis.

“Mari kita melestarikan potensi sumber daya alam yang melimpah ini dengan lebih bertanggung jawab, agar bisa bermanfaat bagi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, ratusan nelayan di Pulau Sop, Kabupaten Sorong, memastikan diri tidak menggunakan dopis atau bom ikan dalam aktifitas penangkapan ikan di laut.

Pengakuan itu disampaikan nelayan dalam acara sosialisasi larangan penggunaan bom ikan atau dopis yang digelar di Pulau Sop beberapa waktu lalu.

Wofam Burdam, salah seorang ketua RT di Pulau Sop mengingatkan warganya akan larangan dan bahaya penggunaan dopis.

Burdam mewakili warga nelayan setempat menyambut baik sosialisasi larangan penggunaan dopis serta sanksi yang dapat menjerat mereka jika menggunakan dopis.

“Penggunaan dopis sangat berbahaya dan dapat merusak ekosistem laut, karena itu kami masyrakat nelayan di Pulau Sop memastikan tak ada yang menggunakan dopis,” ungkapnya.

Untuk memastikan keamanan aktivitas laut, Satpolair meningkatkan patroli untuk memantau para nelayan. Dalam patrolinya, pihak Polair juga menemui nelayan yang sedang di laut guna memberi himbauan agar tidak menggunakan dopis. (PB14/PB7)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.