DPMPTSP Siap Dukung Ekspor  

MANOKWARI, papuabaratnews.co Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Manokwari siap mendukung kegiatan ekspor. Kepala DPMPTSP, Ferry Lukas menuturkan pihaknya memberikan kemudahan (memperlunak) perizinan bagi para pengusaha yang hendak melakukan kegiatan ekspor, khususnya pelaku UMKM.

“Kami sangat mendukung dan berharap semakin banyak yang bisa mengekspor. Ijinnya pun akan diperlunak karena menyangkut dengan penerimaan daerah (PAD) juga,” tuturnya saat ditemui Papua Barat News beberapa waktu lalu.

Diketahui belum lama ini Manokwari telah berhasil melakukan kegiatan ekspor perdananya, yakni mengekspor kepiting ke Singapura sebanyak 120 Kg. Ferry menyebutkan, hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha lainnya agar dapat melakukan kegiatan serupa (ekspor). Sehingga kedepan semakin banyak kegiatan ekspor yang dilakukan sehingga dapat memberikan kontribusi lebih bagi daerah.

“Diharapkan kedepan semakin banyak yang melakukan kegiatan ekspor,” harapnya.

Lanjut Ferry, jika dilihat dari jumlah investor yang ada, Kabupaten Manokwari cukup tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lain. Dimana hingga saat ini berdasarkan data DPMPTSP hanya sebanyak delapan investor yang telah menanamkan modalnya, tiga diantaranya merupakan investor asing.

“Sebenarnya banyak investor yang ingin masuk ke Manokwari, tetapi terkendala dengan jaminan dari pemerintah dan masyarakat yang belum mendukung,” lanjutnya.

Adapun kendala terebsar yang kerap dihadapi oleh para investor yakni hak ulayat. Inilah yang menjadi pertimbangan para investor, dan tak jarang dari mereka (Investor.red) memilih mundur.

“Terutama hak ulayat, itu menjadi kendala bagi mereka. Padahal banyak investor yang ingin masuk, baik itu perkebunan dan lainnya. Tetapi ketika sudah berurusan dengan masalah itu (hak ulayat,red) menjadi kendala,” ujar Ferry.

Ia berharap pemda dapat membantu para calon investor dalam hal hak ulayat dan dapat bekerja sama dengan pemilik hak ulayat sehingga semakin banyak investor yang bisa masuk ke Manokwari, khususnya bidang pertanian yang sering terkendala masalah lahan.

“Pemda dengan para kepala suku diharapkan bisa bertemu dan saling bersinergi sehingga dapat membantu para pengusaha. Dengan adanya investor yang masuk ke daerah, maka tenaga kerja juga akan diambil dari daerah tersebut atau lapangan pekerjaan akan terbuka,” harapnya.(PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 27 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: